Testimonial

Testimonial dari pasien yang berhasil hamil dengan terapi PLI

Tn. Suntana – Ny. Eva Evonni

“Mulai berobat ke Klinik Sayyidah pada tanggal 1 November 2003 dengan nilai ASA 4096 dan setelah 2x PLI memperoleh kehamilan dan melahirkan pada bulan Desember 2004″

Tn. Enggar – Ny. Ari

“Mulai berobat ke Klinik Sayyidah pada bulan Maret 2003. Telah menikah selama 4 tahun dan tidak memiliki anak dan memiliki nilai ASA 32768. Setelah diterapi PLI sebanyak 9X dan 1X infus Imunoglobulin memeperoleh kehamilan dan melahirkan pada tahun 2004″

Tn. Sani Chang – Ny. Yeni

“Datang ke Klinik Sayyidah dengan masalah nilai ASA 2048 pada tanggal 29 Desember 2004 dan setalah 3X terapi PLI dan 2X infus Imunoglobulin mendapat kehamilan dan melahirkan pada bulan Januari 2006″

Tn. Dwiyoga – Ny. Mungky

“Nilai ASA pada saat datang ke Klinik Sayyidah sebesar 32768 pada tanggal 12 Desember 2005. Mendapat kehamilan setelah mendapatkan terapi PLI sebanyak 7X dan 2X infus Imunoglobulin dan melahirkan pada tanggal 22 Desember 2006″

Tn. Daniel – Ny. Dewi

“Telah menikah selama 4 tahun dan belum memiliki anak sehingga memutuskan untuk datang ke Klinik Sayyidah pada bulan Januari 2006. Setalah dilakukan pemeriksaan lab, nilai ASA 16384. Dilakukan PLI sebanyak 5X dan pada tanggal 4 Januari 2007 melahirkan bayi kembar”.

Tn. Furqon – Ny. Tika.R

“Datang ke Klinik Sayyidah pada tanggal 11 November 2003 setelah menikah selama 3 tahun dan belum dikarunia seorang anak. Setelah dilakukan pemeriksaan lab, nilai ASA tinggi yaitu 65576. Setelah dilakukan 6X PLI mandapat kehamilan dan melahirkan pada tahun 2005″

Tn. Anugraha – Ny. Yola

“Setelah menikah selama 1 tahun dan belum dikarunia anak, memutuskan untuk datang ke Klinik Sayyidah pada tanggal 12 Februari 2005 dan memiliki nilai ASA 8192. Setelah dilakukan 3X PLI dan 2X Infus Imunoglobulin, mendapat kehamilan dan melahirkan pada bulan November 2006″.

Tn. Pintjung – Ny. Limyanti

“Datang ke Klinik Sayyidah pada tanggal 22 Maret 2005 dengan riwayat ASA sebesar 16384. Telah menikah selama 2.5 tahun dan belum dikarunia anak. Setelah dilakukan 2X PLI dan 1X infus Imunoglobulin mendapat kehamilan dan melahirkan pada bulan Februari 2006″.

17 thoughts on “Testimonial

  1. Apakah setelah terapi PLI boleh berhubungan suami istri dengan mengeluarkan sperma didalam? karena saya baca di testimoni ada yang baru 2x PLI langsung hamil. Padahal setau saya asa di cek kembali setelah 3x terapi. Lalu bila sudah hamil apa tetap di pli kembali? Terima kasih

  2. Halo Ibu Asia,

    Pada prinsipnya, tidak ada larangan untuk berhubungan selama terapi PLI. Walau terpapar sperma sehingga terbentuk ASA, PLI tetap akan mampu bekerja tetapi kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut, bila nilai ASA awal sangat tinggi, sebaiknya tidak berhubungan dulu untuk mempercepat turunya ASA.
    Namun, bila ASA sudah tidak terlalu tinggi, walaupun di atas nilai normal, suami istri dapat berhubungan. Ada baiknya bila ingin berhubungan di saat masa subur. Dengan demikian kemungkinan untuk hamil ada dibandingkan berhubungan selama terapi PLI di luar masa subur.

    Bila sudah hamil namun ASA belum normal, maka terapi PLI tetap dilanjutkan hingga trimester pertama. Selama awal kehamilan, PLI berfungsi untuk menurunkan risiko keguguran.

    semoga dapat membantu,

    dr. Vidya

  3. Dear NN,

    Tomat dan wortel adalah sumber nabati yang potensial sebagai alergen (penyebab alergi). Setiap bagian tomat dan wortel mengandung zat yang berpotensi menyebabkan alergi. Pada tomat, zat tersebut terutama terdapat di bagian kulitnya. Namun, bukan berarti bagian daging buah dan biji tidak menyebabkan alergi.

    semoga cukup menjawab,

    dr. Vidya

  4. dear,bu Asia..

    Mohon bantuan dan sarannya..Saya 32th dan suami 31th kami sdh 2thn menikah tapi blm pny momongan.Saya sdh periksa ke eva sari bilang dokter sel telur saya kecil2 jd saya diksh obat diminum ketika saya mens di hari ke-2..tp ternyata saya malah tdk mens2 selama 3bln(stres kali yah)trs saya ganti dktr ke hermina dktr bilg tdk ada yg mengkhuatirkan cm hormon saya sj tdk seimbang jd saya diksh obat penyeimbang hormon dan agar mens saya teratur.Dan mens saya teratur dan hormon sdh seimbang,dan bilg dokter tersebut dihitung sj jadwal masa suburnya..tetapi hingga saat ini saya blm hamil jg dan pd saat itu suami tdk diperiksa apa2 krn bagi dokter tdk ada yg mengkuatirkan. Dan kemaren saya ketemu sepupu saya yg nikahnya sama tahunnya sama saya dia jg lama blm hamil dan ternyata dia sdh hamil dan dia bilg dia terapi di klinik sayyidah..yang menjadi pertanyaan saya apakah bisa kasus seperti saya jg bisa diperiksa di klinik sayyidah bkn hny terbatas masalah imunologi saja?Mohon sarannya yah bu? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih..

    • Dear Bu Vensy,

      Terima kasih atas pertanyaanya.

      Sejak Desember lalu, klinik Sayyidah telah menjadi RSIA (rumah sakit ibu dan anak) dengan unggulan imunologi reproduksi.

      Sebagai sebuah RSIA, Sayyidah menyediakan fasilitas dokter andrologi, dokter kandungan, dokter anak, dokter umum, dokter anestesi. Namun di samping semua bidang tersebut, Sayyidah juga mempunyai ahli-ahli serta fasilitas penunjang di bidang imunologi reproduksi sehinga dengan demikian diharapkan memberikan solusi yang tepat kepada pasien untuk permasalahan reproduksi.

      Sejak berdiri, Sayyidah terus berusaha untuk mencari, mengembangkan dan memberikan solusi terbaik untuk permasalahan infertilitas yang dihadapi masyarakat, terutama yang dikategorikan ke dalam unexplained ifertility (infertilitas yang tidak terjelaskan) yang mana pasangan suami dan istri telah dinyatakan sehat dan tidak memiliki kelainan tetapi sulit untuk mendapatkan anak.

      Untuk kasus yang Ibu alami, kami akan berusaha membantu semaksimal dan seefektif mungkin dengan melihat secara objektif permasalahanya serta kemungkinan penyebab lain yang selama ini terlupakan untuk dilihat dan dievaluasi.

      Dengan demikian, dari uraian cerita ibu, ibu sangatlah welcome ke Sayyidah.

      Semoga jawaban ini cukup membantu,
      Dr. Vidya

  5. halo ibu dokter
    saya sudah menikah lebih dari 5 thn dan saya sudah berobat kedokter maupun herbal akan tetapi sampai skrg ini saya belum juga dikarunia seorang anak. masalah yg saya hadapi selama ini adalah nyeri haid yg sangat sakit sekali sampai2 pinggang ini seperti ada yg terjepit uratnya.. setelah saya cek ke dokter rahim saya bersih dari kista dan lainya dan dokter menyatakan bahwa sakit ini karena tidakkunjung hamil setalh lama menikah. yg jd pertanyaan saya apakah masih mungkin saya bisa hamil kalo msh sakit haid seperti ini?
    dimana lokasi RSIA.SYAIDDAH ini bila hendak berkunjung saya dari Medan.
    untuk biaya cek awal berapa ya kira2 memakan biaya?

    sebelumnya saya ucapkan ribuan terimakasih

    • Halo ibu Vina,

      Terima kasih telah menjungi situs RSIA Sayyidah.
      Bila setelah 1 tahun menikah, dengan berhubungan seksual secara teratur serta tidak menggunakan alat kontrasepsi, seorang istri belum hamil, maka perlu dilakukan pemeriksaan reproduksi. Ibu sudah melakukan hal yang benar dengan berobat. Hanya saja mungkin pemeriksaan dan pengobatan yang ibu lakukan belum menyentuh akar permasalahan yang sedang Ibu alami. Untuk pemeriksaan infertilitas tidak hanya dilakukan terhadap istri tetapi juga terhadap suami sebab untuk menghasilkan kehamilan baik istri maupun suami berperan.

      Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan organ reproduksi masing-masing (indung telur, tuba, rahim, testis, saluran sperma, dll), produk yang dihasilkan organ (sel telur ataupun sperma), serta pemeriksaan imunologis (adakah antibodi anti-sperma di dalam tubuh ibu dalam jumlah yang sangat tinggi sehingga menghalangi sperma untuk membuahi ovum). RSIA Sayyidah merupakan RSIA dengan unggulan imunologi reproduksi sehingga 3 faktor tersebut (suami, istri, serta interaksi antara suami dan istri) akan diperiksa.

      Kemungkinan untuk hamil selalu ada selama istri masih menghasilkan sel telur (ditandai dengan masih menstruasi) dan suami masih menghasilkan sperma. Nyeri yang sangat hebat selama haid bisa jadi disebabkan oleh endometriosis yang berat. Hal tersebut dapat menjadi salah satu penghalang terjadinya kehamilan. Namun, untuk memastikan hal tersebut, ibu akan diperiksa lebih mendalam oleh dokter OBGIN.

      Kami persilahkan ibu untuk mengunjungi RSIA Sayyidah di Jl. Taman Malaka Selatan no.6 Pondok Kelapa Jakarta Timur. Di dekat Universitas Dharma Persada. No telp : (021) 86902950, 86902179, 86902175.8655179.fax : (021) 8649886.
      Untuk perkiraan biaya, sangat relatif sekali tergantung pemeriksaan dan pengobatan yang nantinya Ibu jalani.

      Mudah-mudahan kami dapat membantu Ibu,
      Dr. Vidya

  6. Pagi dokter..
    Saya mau tanya, saya sudah menikah 3tahun dan belum pernah hamil.
    Sebelumnya tuba kanan saya tersumbat dan saya sudah melakukan hydrotubasi untuk membuka sumbatan. Setelah itu, saya melakukan HSG ulang dan didapat hasil kedua tuba paten dan tidak tersumbat. Setelah itu saya menjalani program inseminasi natural selama 2bulan berturut2 (tanpa menggunakan suntikan apapun), namun usaha ini belum berhasil. Hasil test sperma suami saya adalah teratoozoospermia, dengan bentuk yang normal hanya 30%. Sebelumnya bentuk yang normal hanya 4%, namun setelah berobat ke adrolog, hasilnya bs meningkat (1.5tahun pengobatan dengan vitamin).
    Saya belum pernah melakukan cek PLI, apakah kalau sperma suami ada gangguan, saya tetap bisa hamil melalui program PLI ini?
    terima kasih untuk jawabannya dok..

    • Dear Ibu,

      Pada awalnya dikatakan tuba tersumbat satu, jadi yang satunya lagi tidak tersumbat yang berarti masih memungkinkan hamil dari telur yang berasal dari tuba yang tidak tersumbat. Sekarang telah diketahui tubanya paten keduanya yang berarti masalah tuba tidak sebagai penyebab belum hamil. kemudian masalah suami yang tadinya teratozoospermia dan telah diobati (30% morfologi normal), jadi dapat dikatakan masalah suami juga dianggap masih memungkinkan untuk membuahi. Oleh karena sudah dicoba dengan AIH tapi belum berhasil, maka sebaiknya diperiksa ASA pada istri, apakah tinggi atau normal?
      Untuk masalah anda, ASA terlalu tinggi dapat sebagai penyebab infertilitas, penyebab AIH gagal dan dari keterangan anda, memang masalah ini yang belum diperiksa. Kalau memang tinggi, saat ini hanya PLI terapi yang terbaik untuk menurunkan ASA pada istri.
      Demikian jawaban kami, mudah-mudahan dapat menjadi solusi untuk masalah anda.

  7. Sore,
    Saya sudah pernah melakukan inseminasi sebanyak 3x akan tetapi belum berhasil hamil. Saya juga sudah pernah melakukan hsg dan dinyatakan bahwa kedua tuba normal dan paten. Kondisi suami saya cukup buruk, dengan morfologi yang bagus hanya sekitar 3%. Kalau saya berkunjung ke rsia sayyidah, kira-kira terapi apa yang pas buat saya? Untuk biayanya sekitar berapa ya? Trims

    • Sore Ibu,
      Terima kasih telah mengunjungi blog kami.
      Dari paparan hasil pemeriksaan yang pernah Ibu lakukan, dari segi Ibu, tampaknya tidak ditemukan kelainan. Besar kemungkinan, penyebab infertilitasnya dari kualitas sperma suami yang kurang baik. Perlu diingat bahwa untuk menghasilkan suatu kehamilan, hanya dibutuhkan 1 sperma dengan kualitas baik dari sekian juta sperma. Jadi Tetapi Tuhan memberikan cadangan yang sangat berlebih (hingga mampu mengeluarkan dengan jumlah berjuta-juta kali lipat) dengan tujuan agar proses pembuahan secara alami (tanpa bantuan apa pun) mudah. Pembuahan secara alami merupakan suatu perjuangan tersendiri bagi sperma. Mereka harus melalui parkur/lintasan yang panjang dan berliku (maksudnya rahim) untuk mencapai ovum, belum lagi sepanjang lintasan banyak penghalang-penghalang (bakteri/jamur-bila ada infeksi, kista atau miom, antibodi, dll). Bila jumlah yang baiknya kurang, biasanya diperlukan campur tangan medis untuk membantu pertemuan sperma ovum (inseminasi dan bayi tabung). Bila ibu mengatakan pernah inseminasi 3x dan belum berhasil, besar kemungkinan jumlah 3% tersebut belum cukup. Oleh sebab itu, saat pertama kali berkunjung ke Sayyidah, Ibu berkonsultasi dengan dr.Indra G. Mansur, Sp.And, spesialis Andrologi kami. Beliau biasanya akan melihat hasil sperma Bapak (hasil sperma yang valid adalah yang kurang dari 6 bulan. Bila sudah lebih, saya sarankan untuk periksa sperma dulu baru setelah hasil keluar ibu konsultasi ke dr.Indra) lalu memberikan terapi bisa berupa obat minum atapun injeksi. Perlua saya ingatkan bahwa obat Andrologi perlu dikonsumsi minimal selama 1 bulan secara teratur dan disiplin untuk memberikan gambaran yang valid apakah terapi yang diberikan manjur atau tidak sebab pembuluh darah yang membawa obat ke daerah organ reproduksi pria tidak-lah banyak dan besar. Jadi dibutuhkan kedisiplinan dan konsisten untuk mencapai level obat di organ reproduksi pria.
      Jadi sementara, menurut saya, terapi ibu akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sperma. Hal tersebut akan dibantu oleh dokter Andrologi. Setelah kualitas baik, ibu bisa tanyakan lanjutan program ke dr.Indra apakah program alami atau buatan (biasanya semua itu tergantung hasil sperma pasca terapi). Untuk masalah biaya, ibu bisa langsung tanyakan ke RSIA Sayyidah di 02186902950 / 02186902179.
      Semoga membantu
      dr.Vidya

  8. Saya dan suami (Ardian prnomo Adi terdaftar sbg pasien di sayyidah) mau mengucapkan terima kasih kepada dr.indra g.mansyur Sp.And…saya ingin sekali men-share photo bayi kami…sbg wujud rasa syukur kami…dan memberi unjuk lihat kpd dr.indra sbg ucapan kegemberiaan dan terima kasih dari kami special utk dr.Indra :) boleh minta emaill beliau ga ya? Terima kasih.

  9. say sdh menikah 1,5 thn. Sy sdh priksa USG,HSG,analisa sperma smw hasilny bagus. yg terkhir sy melakukan PCT (post coitus test) diagnosa dokter antibody sy tinggi sehingga sperma mati sblm smpe indung telur. apakah sy bisa terapi di sayyidah? lalu terapi apa yg hrus sy lakukan?
    trims b’4…

    • Dear Ibu,

      PCT atau Uji Pasca senggama dilakukan untuk mengetahui apakah ada sperma yang masuk kedalam tubuh Istri setelah berhubungan. Jika ternyata setelah PCT ditemukan ada sperma di cairan tubuh istri sementara tidak terjadi kehamilan maka kemungkinan penyebabnya adalah tingkat antibodi antisperma (ASA) yang tinggi. Tapi PCT ini hanya bersifat kualitatif (tidak dapat menentukan seberapa tinggi level ASA).

      Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui level ASA secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode HSaAT (Husband Sperm auto-Aglutination Test). Level ASA dari hasil metoda HSaAT dapat diketahui apakah level ASA tinggi, sedang, ataupun rendah.

      Setelah mengetahui level ASA, baru kemudian dibuat rencana untuk pengobatan dan terapi. Ada beberapa jenis pengobatan dan terapinya (untuk menurunkan level ASA) yaitu dengan obat, terapi kondom, puasa berhubungan, pemeriksaan alergi makanan (FRT dan NFRT), PLI (Paternal Leukocyte Immunization),dan infus IVIg. Nanti akan dilakukan evaluasi terhadap leval ASA ibu sebelum dan sesudah terapi — apakah sudah turun ke level “ASA tolerance” atau belum. Jika sudah baru dilakukan program hamil.

      Perlu diingat bahwasanya tingginya level ASA ini hanya merupakan salah satu dari penyebab dari infertilitas. Faktor imunologis ini bisa dijadikan dugaan kuat sebagai penyebab infertilitas ketika istri maupun suami dinyatakan normal tetapi tidak juga kunjung punya keturunan.

      Untuk kasus ibu, sebaiknya ibu langsung berkonsultasi dengan Tim Imunologi Reproduksi RSIA Sayyidah untuk membuat rencana pengobatan dan terapinya. Karena untuk penyelesaian kasus imunologis ini harus dilakukan secara spesifik kasus per kasus (tidak sama antar pasien).

      Mudah-mudahan dapat membantu,
      RSIA Sayyidah

    • Dear Bapak,

      Pengalaman kami di RSIA Sayyidah menunjukkan untuk nilai ASA yang lebih dari 1 jt besar kemungkinan untuk dilakukan tindakan PLI lebih dari 3X untuk mencapai nilai ASA normal. Tapi, berapa banyak PLI yang harus dilakukan sangat beragam. Ada yang turun ASA nya cepat ada juga yang lambat. Ada beberapa faktor yang menentukan kecepatan turunya ASA ini diantaranya adalah kedisiplinan untuk menjalankan terapi kondom, kedisiplinan untuk menjalankan diet hasil FRT dan NFRT (test alergi makanan dan non makanan) serta kedisiplinan untuk melakukan PLI itu sendiri.

      Tingkat keberhasilan PLI untuk menurunkan level ASA itu sendiri sebesar 85 – 90%

      Mudah-mudahan jawabanya membantu,
      Dr. Vidya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>