Tanya-Jawab

Halaman ini didedikasikan untuk komunikasi antara masyarakat, pasien dengan RSIA Sayyidah. Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar imunologi reproduksi, PLI, infertilitas, kandungan, kesehatan anak dan ibu, laktasi, test alergi dll, silahkan disampaikan pada forum ini. Tim Dokter RSIA Sayyidah siap untuk menjawab pertanyaan anda.

Forum tanya jawab ini bersifat terbuka (dapat dibaca oleh umum), untuk menjaga privasi dan kerahasiaan mohon tidak mencantumkan nama dan alamat e-mail di pertanyaan Anda.

Terima kasih,
RSIA Sayyidah

126 thoughts on “Tanya-Jawab

  1. Dengan hormat,
    Saya mau menanyakan,
    1. apakah pelayanan pemeriksaan kehamilan baik melalui bidan maupun melalui dokter ditentukan oleh pihak RSIA Sayyidah atau oleh pasien sendiri?
    2. Kapankah/dalam kondisi bagaimanakah pemeriksaan kehamilan harus menggunakan jasa bidan atau dokter?
    3. Apakah kami dapat meminta daftar tarif dokter/bidan dan biaya persalinan?
    Mohon tanggapan dari RSIA Sayyidah di jawab melalui email.
    Terima kasih.
    Dyah

    • Dear Bu Dyah

      1. Untuk pemeriksaan kehamilan, pasien dapat menentukan sendiri apakah akan dilakukan oleh dokter atau bidan (terserah kepada pasien). Namun, untuk kasus-kasus tertentu yang diluar kompetensi/kemampuan bidan, maka RSIA akan menganjurkan untuk ditangani oleh dokter kandungan.

      2. Pemeriksaan kehamilan harus menggunakan jasa dokter jika kasus yang ditangani berada diluar kompetensi/kemampuan bidan.

      3. Kami akan mengirimkan daftar biaya persalinan langsung ke email Ibu Dyah.

      Mudah-mudahan jawaban diatas cukup membantu,
      RSIA Sayyidah

  2. Saya sudah denger langsung dari teman saya yang sudah berhasil dengan PLI.
    Sayangnya nomer telephone dan alamat RSIA Sayyidah hilang bersama hape teman saya itu. Boleh saya mendapatkan alamat serta nomer telephone Sayyidah yang di Taman Malaka Selatan itu.

    Salam,

    Andi

    • Dear pak andi,
      ini alamat RSIA Sayyidah, alamatnya :
      Jl. Taman Malaka Selatan No.6. Pondok kelapa, jakarta timur, samping universitas darma persada.
      no telp : (021) 86902950, 86902179, 86902175.8655179.fax : (021) 8649886.

      Mudah-mudahan kami bisa membantu masalah anda
      RSIA Sayyidah

    • Selamat malam,
      saya ingin bertanya. istri saya sudah hamil kira-kira umr kehamilannya 2blan. tapi tiba2 5hari yang lalu ia mengalami haid (mengeluarkan darah serta gumpalan2 gtiu). setelah haid nya berhenti saya cek lagi menggunakan test pack ternyta hasil nya masih + (positif). apakah mungkin istri saya msih dalam keadaan Hamil.?
      mohon jawaban nya

      • Dear Bapak,

        Salah satu indikator kehamilan adalah nilai HCG yang meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Nilai HCG ini tidak langsung menjadi nol meskipun telah mengalami keguguran yang komplit. Hal inilah yang biasanya mengakibatkan testpack masih menunjukkan positif. Oleh karena itu, sebaiknya jika mengalami keguguran segera konsultasi ke dokter kandungan untuk dilakukan pengecekan nilai HCG dan USG — jika trend HCG nya turun biasanya telah terjadi keguguran komplit, tapi jika nilai HCG nya stagnan besar kemungkinan keguguranya belum komplit, dan ini sangat berbahaya jika tidak segera diambil tindakan. Kerena keguguran yang tidak komplit akan mengakibatkan berbagai komplikasi dan yang paling sering adalah pendarahan.

        Mudah-mudahan jawabanya dapat membantu,

  3. saya baru 6 bulan menikah tetapi belum ada tanda-tanda kehamilan, saya ingin program kehamilan apakah saya ke dokter kandungan dlu atau ke bagian andrologi & mohon kirimkan ke saya harga tarif dokter karena saya ingin sekali segera berkonsultasi ke rsia sayyidah.

    Terima Kasih

    Fitri

    • Halo bu fitri
      Pada umumnya,pasangan yang datang berkonsultasi ke dokter untuk program hamil, pada umumnya adalah pasangan yang telah menikah min. 1 tahun. Namun,tidak menutup kemungkinan sebelum 1 tahun, pasangan telah datang untuk program hamil.Hal tersebut adalah pilihan pasangan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing (misal menikah di usia 30 thn ke atas, punya masalah kesehatan tertentu,dll).
      Tentu sangat welcome untuk datang ke Sayyidah. Berapakah usia ibu?usia suami?Mengingat usia pernikahan ibu 6 bulan, Bila suami istri usia kurang dari 35 tahun, pada umumnya terlebih dahulu akan ke dokter kandungan. Namun,bila ibu punya pertimbangan tertentu,dapat konsul ke Sp.OG sekalian Sp.And pada hari yang sama.
      Untuk lebih lengkapnya,ibu dapat menghubungi kami di RSIA Sayyidah 021 86902950.

      Terima kasih
      Dr.Vidya

  4. saya sdg hamil 4 minggu dan belum tahu mau melahirkan dimana. Apakah disini pro IMD? krn saya ingin sekali proses itu sewaktu melahirkan nanti. Apakah di RS ini ibu dan bayi bisa 1 kamar (roaming)?
    Tolong kirimkan tarif kamar beserta biaya melahirkan ya (normal & caesar) ke email sy y..
    Terimakasih.. :)

    • Congratulation atas kehamilannya ibu! Semoga kehamilannya lancar dan sehat.

      RSIA Sayyidah adalah RSIA yang pro ASI eksklusif. Dengan demikian RSIA kami menyediakan fasilitas2 yang menunjang hal tersebut seperti IMD,rawat gabung,dokter yang bersertifikat dalam manajemen laktasi.
      Jika bayi ibu dalam keadaan sehat (langsung menangis,tidak sesak,tidak kedinginan),cukup bulan,dengan berat normal (tidak kecil) akan dilakukan IMD. Namun,bila bayinya membutuhkan pertolongan yang lebih darurat, maka akan diutamakan pertolongan sesuai kebutuhan bayinya.
      Kami sangat pro rawat gabung sebab itu penting untuk proses bonding ibu-bayi. Kecuali bayinya lahir prematur dan harus berada di dalam inkubator,tipe perawatan kami adalah rawat gabung untuk semua perawatan bersalin.
      Kami tidak memberikan susu formula kecuali atas indikasi medis (jarang terjadi).untuk mendukung program laktasi,kami menyediakan konsultasi seputar laktasi dengan dokter bersertifikat.

      Kami akan mengirimkan tarif persalinan langsung ke email ibu.

      Terima kasih
      dr.Vidya

  5. saya mw menayakan, kalo ada sumbatan di jalan masuknya sperma ke ovum itu bisa di sembuhkan? bagai mana cara penyembuhannya. mohon jawabanya .makasih

    • Dear ibu,
      Terima kasih atas pertanyaannya. Mengenai sumbatan di jalan masuknya sperma, apakah sumbatan tersebut terletak di leher rahim, rahim ataukah tuba?sumbatan tersebut apakah berupa miom ataukah jaringan parut pasca infeksi?sumbatan itu banyak jenisnya.Beda jenis, beda penanganan, beda letak, beda pula terapi dan prognosis.
      Bila sumbatan terdapat pada suami(jalan keluarnya sperma), maka suami ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter andrologi. Penanganan pada umumnya dapat berupa obat-obatan ataupun pembedahan, tergantung bedarnya sumbatan. Bila sumbatannya terletak pada ibu, harus dipastikan letak, ukuran serta sumbatannya berupa apa. Untuk itu, dapat dilakukan oleh dokter kandungan. terapi dapat berupa obat ataupun pembedahan.
      Semoga informasi tersebut kurang lebihnya dapat membantu.
      Dr.Vidya

  6. Dear dokter yang terhormat

    Saya mau tanyakan istri saya hamil 2 bulan tapi setiap kami berhubungan badan keluar darah plek .apa yang harus kami lakukan?dan bisa ngak di email biaya rawat jalan dan usg di sini dan biaya persalinan/

    terima kasih

    • Dear Bapak,

      Terima kasih telah mengunjungi website Sayyidah.
      Selamat atas kehamilan istri,Pak.Semoga kehamilannya lancar dan aman.
      Flek pasca berhubungan (perdarahan post coital)saat hamil bisa berasal dari luka di vagina ataupun dari rahim.Luka di vagina disebabkan karena foreplay-nya kurang lama sehingga istri belum cukup terangsang yang menyebabkan blm cukup memproduksi lendir untuk melumasi vagina.Hal itu cukup sering terjadi pada wanita hamil akibat perubahan hormon.Biasanya bila perdarahan akibat lecet di vagina,maka akan sembuh sendiri.Tetapi perdarahan post coital saat hamil ditakutkan berasal dari janinnya,antara lain hematoma subchorion.sebetulnya hematoma subchorion itu bukan disebabkan oleh hubungan seksual tetapi kebetulan dapat terjadi bersamaan saat bapak berhubungan. Untuk menentukan sumber perdarahan,dilakukan pemeriksaan inspekulo.Bila tidak ditemukan luka di vagina,maka dilakukan USG untuk memastikan apakah perdarahan berasal dari janin.
      Dalam keadaan hamil,dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga usia 12mgg kehamilan.
      Untuk biaya persalinan dan USG,akan kami kirimkan ke email Bapak.

      Semoga dapat membantu,
      Dr.Vidya

  7. Teman saya beberapa bulan yang lalu menggugurkan kandungannya karena alasan tertentu, namun sayangnya tidak ditangani oleh medis setelah digugurkan. setelah membaca artikel mengenai menggugurkan kandungan banyak yang menuliskan bahwa wanita yg pernah menggugurkan kandungannya akan sulit punya keturunan.
    yang ingin saya tanyakan :
    1. apakah betul seperti itu? penjelasan medisnya seperti apa?
    2. Apakah ada resiko atau bahaya dari proses menggugurkan kandungan dan setelahnya tidak ditangani medis?
    3. Tindakan medis seperti apa yang harus dilakukan jika teman saya tersebut ingin melakukan pengecekan ke RSIA Sayyidah.
    Mohon penjelasannya, terima kasih..

    • Dear Bapak,

      Benar,bila punya riwayat menggugurkan kandungan,maka akan lebih sulit untuk hamil,terutama bila proses pengguguran dilakukan melalui proses invasif (misalkan kuret).Kuretase ialah pengerokan dinding rahim untuk mengeluarkan hasil kehamilan. Untuk melakukan kuretase yang aman,ada tekniknya.Itu yang dipelajari seorang dokter kandungan.Bila pengguguran kehamilan dilakukan oleh tenaga non medis,ditakutkan teknik yang salah yang menyebabkan terlepasnya lapisan rahim yang tidak semestinya terlepas,perdarahan yang hebat,infeksi,dll. Semua faktor itu dapat menjadi penyebab penyulit kehamilan berikutnya.

      Untuk memeriksa keadaan kandungan,sebaiknya dapat berkonsultasi ke dokter kandungan.Salah satu pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter kandungan ialah USG

      Semoga informasinya cukup menjelaskan

      Dr.Vidya

  8. Mohon informasi tentang Non Food Response Test. Item apa saja yang dites dan berapakah biayanya per item?

    terima kasih

    Siti Hajarroh

    • Dear ibu Siti,

      Non food respond test (NFRT) adalah suatu tes yang dilakukan guna mengetahui allergen (penyebab alergi) yang tidak tergolong makanan yang dimiliki seseorang. Di Sayyidah, tes alergi dibedakan menjadi FRT (food respond test),penyebab alergi dari golongan makanan, serta NFRT, alergen yang tidak tergolong makanan. Pada NFRT, yang, dites, antara lain debu, tungau, serbuk sari berbagai tumbuhan, bulu berbagai binatang, dan lainnya. Untuk biayanya, ibu dapat konfirmasi langsung ke RSIA Sayyidah di 02186902175/2.

      Sebelum melakukan tes alergi, ibu diharapkan tidak mengkonsumsi atau menggunakan berbagai obat seperti obat batuk, obat anti alergi, obat salep, antibiotik, jamu2an, obat flu,dan sebagainya.
      Semoga dapat membantu

      Dr.Vidya
      Dr.Vidya

    • Dear Bapak,

      Kelainan sex pada pria merupakan salah satu bidang Andrologi. Oleh karena itu, permasalahan tersebut dapat ditangani oleh dokter Andrologi yang ada di RSIA Sayyidah

      Terima kasih,
      RSIA Sayyidah

  9. DH,
    Saya ingin menanyakan mengenai hasil tes sperma suami saya. Berdasarkan analisa sperma, suami saya tergolong dalam kategori normozoospermia. Berikut adalah hasil dari tes tersebut

    Pemeriksaan Makroskopis
    Volume : 4,0 mL pH: 8,5 Bau: Khas Warna: Putih kanji Viskositas: 2,0 detik Likuefaksi: 20 menit

    Pemeriksaan Mikroskopis
    Spermatozoa: 100-120/lpb Pergerakan:5/30/20/45 (A/B/C/D) Rundzellen: 0-1/lpb Sel spermiogenesis:-% Lekosit: 0-1/lpb Aglunitasi: Positif

    Morfologi Kepala
    Normo: 50% Piri: 21% Lepto: 12% Terato: 7% Mikro:6% Makro:4%

    Spermatozoa
    Konsentrasi: 38,0 juta/mL Motilitas: 55% Morfologi normal:50% Jumlah total: 152,0 juta/ejakulasi

    Note
    A. sperma bergerak progresif lurus cepat
    B. sperma bergerak progresif lurus lambat
    C. sperma bergerak ditempat
    D. sperma tidak bergerak

    Berdasarkan hasil diatas, menurut dokter bagaimana? karena sudah hampir 2 tahun semenjak keguguran kehamilan pertama, saya belum juga hamil. Apakah perlu kami mendatangi dokter andrologi??

    Terima kasih atas perhatian dan penjelasan yang Dokter berikan

    • Dear ibu shizuka,
      Sebelum menjawab pertanyaan ibu,saya ingin menjelaskan bahwa penjelasan saya tentang hasil sperma yg ibu berikan hanya terbatas pengetahuan saya sebagai dokter umum yang mendalami imunologi sekaligus sbg tim dr.indra (spesialis andrologi).
      Berdasarkan pengetahuan saya, secara umum sperma suami ibu tergolong baik. memang ada sedikit gangguan gerak sperma (kurang cepat).namun untuk menilai pembuahan, tidak cukup hanya dari hasil sperma tsb.di Sayyidah,di pemeriksaan analisa sperma, kami juga memeriksa kemampuan migrasi sperma (kemampuan sperma pindah dari cairan tubuh suami ke cairan tubuh istri) dan sayangnya pada hasil sperma yg ibu berikan di website, tidak tercantum nilai tersebut.
      Untuk itu, saran saya ada baiknya ibu mengunjungi spesialis andrologi kami untuk mendapatkan tindak lanjut yang lebih akurat.

      Semoga membantu
      Dr.vidya

  10. selamat sore bu dokter

    mohon informasinya tentang jadwal prakter dokter spesialis kandungan, dan biaya pemeriksaan juga persalinannya yang terbaru,
    tolong di email ya dok

    terimakasih

  11. dear sayyidah…

    mo informasinya ni..aq udh nikah 2th tp blm hamil …kalo pli untuk menurunkan ASA setelah asa normal programnya apa ya biar cepet hamil and berapa biaya2nya ya…kalo udh disuntik sampai ASA normal ada batesan waktunya ga ya asa bisa tinggi lagi trs harus PLI ulang lagi ga….mohon dibalas ke email aq ya

    thx

    • Dear Ibu,

      Bila ASA sdh normal setelah terapi, program hamil yang dapat dilakukan ialah program hamil alami,yakni berhubungan intensif di masa subur,atau pun program hamil dgn bantuan. Bantuan tersebut dapat melalui inseminasi ataupun bayi tabung. Pemilihan program dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien,usia psn dan pasangan,usia pernikahan,kualitas sperma dan kondisi rahim serta ovum istri,dll. Untuk masalah biaya nanti bisa kami email ke ibu, atau ibu bisa langsung menghubungi RSIA Sayyidah.

      Level ASA usai terapi PLI dapat bertahan utk rentang waktu yg bervariasi. Bila seusai PLI,pantangan FRT dan NFRT (pantang paparan alergi),level ASA dapat bertahan selama 7-12 bln. Namun,bila ibu sering terpapar alergen (baik makanan atau bkn makanan),maka ASA dapt naik lebih cepat.
      Semoga cukup menjelaskan bagi ibu.

      Dr.Vidya

  12. Selamat,Siang.
    Saya ingin mencari informasi di website untuk referensi RSIA saat saya melahirkan nanti tetapi yang dekat dengan domisili karena saya tinggal di Kalimalang tetapi sulit dan akhirnya saya diberitahu seorang rekan.Rekan saya bilang belum ada RSIA di Jakarta Timur yang punya website,Yang ada blog dan akhirnya saya kunjungi blog ini.
    Mohon informasi apakah di RSIA Sayyidah ada konsultasi kehamilan bagi penderita diabetes?Dengan dokter siapa saya bisa konsultasi.
    Demikian pertanyaan saya,Terima kasih.Semoga di kemudian hari RSIA Sayyidah punya website ya
    Hormat saya,
    Vinca Yahya

    • Dear Ibu Vinca,

      Terima kasih atas kunjungan ibu ke blog kami.
      Tentu di Sayyidah Ibu dapat berkonsultasi mengenai “kehamilan dengan diabetes”. Agar penanganan kasusnya optimal,maka pemantauan ibu akan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan spesialis penyakit dalam. Untuk dokter kandungan,ibu dapat memilih antara
      1. dr.Adit, SpOG
      2. dr. Ichnandy Arief Rahman, Sp.OG.
      3. dr. R Muharam, Sp.OG (K).
      4. dr. Kukuh Wibowo Kustarto, Sp.OG.
      5. dr. Rivany Irzan, Sp.OG.

      dan untuk penyakit dalam,ibu dapat berkonsultasi dgn dr.Indraka, SpPD.

      Semoga informasinya cukup dan kehamilan ibu sehat.
      Dr. Vidya

  13. dr yg terhormat
    sy mau konsultasi,sy sdh 11 th menikah tp blm dikarunia keturunan. sy sdh baca ttg tidak haid dan tidak hamil, disitu dijelaskan bahwa kemungkinan krn hiperprolaktine,tp gejala yg saya rasakan tidak ada yg seperti dijelaskan disitu. sy mau pengobatan yg intensif.tapi sebelumnya untuk dr ketahui sy blm pernah pemeriksaan yg lengkap. dan saya berdomisili di prop.Sumbar. saya ingin tahu berapa perkiraan biaya yg hrs sy siapkan,krn sy hanya seorang pegawai negri rendahan. saya sangat mengharapkan bantuan dan solusi yg terbaik. terimakasih sebelumnya

    • Dear ibu,
      Memang 11 thn menikah bukan wkt yang sebentar tetapi bukan berarti tdk mungkin lagi untuk hamil. pasien kami ada yg telah menikah 12 tahun. Terapi ini merupakan terapi jangka panjang. Artinya besar kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Untuk itu, dalam menjalaninya dibutuhkan semangat,ketekunan serta keyakinan. Selebihkan kita pasrahkan ke Tuhan sebab kita sdh berusaha maksimal.
      Sebagai langkah awal,yang terbaik ialah ibu berkonsultasi secara bersamaan ke dokter kandungan dan imuno-androlog. Dari mereka,mengingat ibu sdh menikah selama 11 thn,ibu akan dianjurkan melakukan berbagai pemeriksaan guna mencari kemungkinan2 masalahnya.
      Dari segi ekonomi,memang dgn berbagai macam tes, dibutuhkan dana tetapi kami berusaha pengobatan yg psn jalani efisien dan tepat guna.artinya pemeriksaan yang dilakukan berguna serta tdk sia-sia. Kami akan kirimkan perkiraan biaya ke email ibu.

      Kami sangat Welcome untuk ibu bertemu dengan dokter spesialis kami. Semoga dapat bermanfaat.

      Dr.Vidya.

  14. Assalamu’alaikum

    Dokter, saya sudah menikah 3,5 tahun dan sampa sekarang blum dapat keturunan, suami sudah diperiksa spermanya dan hasilnya bagus, saya sudah pernah melakukan HSG dengan hasil saluran tuba sebelah kiri hidrosalping dan saluran tuba kanantersumbat oleh jaringan. siklus haidh saya normal, yang ingin saya tanyakan apakah ada terapi untuk mengobati penyakit saya ini, dan apakah saya masih mempunyai kemungkinan untuk punya anak?

    mohon jawabannya

    terima kasih

    baiti

  15. Dear Ibu / Bapak,
    Saya sudah 7 tahun menikah dan masih belum punya keturunan. Saya sudah menjalani pemeriksaan medis mulai dari HSG, Diatermy, dan ACA Sell tes diagnosa. Dan hasilnya adalah semuanya bagus. Untuk saat ini saya berminat untuk melakukan inseminasi. Mohon keterangannya untuk proses inseminasi itu seperti apa?

    Terima kasih,
    Widya

  16. Yth dokter,

    Hari ini saya test sperma di lab. Umur saya 34 thn & sdh menikah selama 11 bulan, belum punya anak.
    Bisa bantu saya informasi & tindakan yg harus saya lakukan. Mohon kirimkan ke saya harga tarif dokter karena saya ingin sekali segera berkonsultasi ke rsia sayyidah
    Berikut adalah hasil tes sperma tsb:

    Pemeriksaan Makroskopis
    Volume : 4,6 mL pH: 8,0 Bau: Khas Warna: Putih keabu-abuan, Viskositas: 1 cm, Liquefaksi: 40 menit

    Pemeriksaan Mikroskopis
    Spermatozoa: 10-16/lpb, Konsentrasi 6.0, Motilitas:0/30/31/39(A/B/C/D), Lekosit: -, Aglunitasi: Negatif, Viabilitas: -

    Morfologi
    Normal: 12%, abnormal: 88%

    Kesimpulan Spermatologi: oligoasthenoteratozoospermia

  17. istri saya sdg hamil 23 minggu dan belum tahu mau melahirkan dimana. Apakah disini pro IMD? krn saya ingin sekali proses itu sewaktu melahirkan nanti. Apakah di RS ini ibu dan bayi bisa 1 kamar (roaming)?
    Tolong kirimkan tarif kamar beserta biaya melahirkan ya (normal & caesar) ke email sy y..
    Terimakasih.. :)

    • Dear Bapak,

      Di RSIA Sayyidah kami sangat setuju dengan IMD dan sangat menganjurkan pasien-pasien untuk melakukanya. Selain IMD, kami juga sangat mendukung pemberian ASI eksklusif dan berusaha melakukan tindakan yang bisa meningkatkan keeratan – bonding – antara ibu dan anak seperti bayi bisa satu kamar dengan bayi. Untuk biaya nanti akan kami kirimkan ke email Bapak.

      RSIA Sayyidah sangat welcome untuk membantu Bapak dan Ibu.

      Dr. Vidya

  18. ass..wr..wb

    saya sudah menikah 1 thn 9 bln tp sampai saat ini sy blm hamil.saya sempat cauterisasi akibat servisitis kronik tp sdh dnyatakan sembuh. saya juga sdh berobat keberbagai dr spOG dan cek hormon dnyatakan msh normal.hanya ada sebagian dokter yg mendiagnosa PCO,tp dokter lain bilang tdk ap2.yang mau saya tanyakan langkah apa lg yg hrus saya lakukan? saya juga berencana berobat ke dr indra di rs sayyidah..semoga Allah SWT mengabulkan sgl ihtiar saya sehingga saya bisa hamil

  19. Yth Dokter,
    Sy sdh mnikah slama 9 th & sdh dikaruniai 1 putri yg skrg sdh berumur 8 th.stlh melahirkan sy program KB suntik yg 3 bln hanya slama 1 th saja slebihnya kadang2 minum pil KB.
    1 thn trakhir ini sy menjalani program kehamilan yg kedua,sy sdh kedokter kandungan setempat,dr hasil USG transvagina & HSG sy dinyatakan baik2 saja begitu jg dgn tes sperma suami sy “Normozoospermi dgn aglutinasi positif” dinyatakan normal oleh dokter tersebut & obat2an penyubur sdh diberikan yi : profertil dr dosis 1X1 sampai dinaikkan 2X1 ditambah obat penyubur lain seprti Progynon & terakhir Lynoral + Vit.E namun tdk berhasil.Sy bingung & stress smua tips utk mempercepat kehamilan sdh kami jalani sampai obat2an herbal sy minum tp blm berhasil jg.Apalagi yg hrs sy lakukan,Dok?
    Mohon sarannya agar sy bs cepat hamil.Terima kasih.

  20. SIang, kalau saya ingin berkonsultasi dengan dokter ttg kehamilan dan pemeriksaan saja apa bisa di emailkan biayanya kpd saya.. thankss

  21. malam dokter’
    saya sudah menikah selama 4tahun 7bulan tapi sampai skrg blm diberikan keturunan,,,saya sudah pernah melakukan serangakai tes dr mulai tes darah dan hormon,usg tranvaginal,diatermy,hsg hasilnya smua bagus hanya saja pada hasil hsg ada sedikit gangguan pada tuba kanan saya ada pelengketan dan suami saya pun sudah tes sperma hasilnya banyak yg bergerak lambat dan bergerak ditempat,,,
    yang ingin saya tanyakan program dan therapy apa yg harus saya dan suami ambil,,, dan mohon info rincian biaya untuk program kehamilan di rsia sayyidah

    trima kasih,,

    nur’,,,

    • Hallo Ibu,
      kapankah Ibu terakhir kali melakukan tes-tes tersebut? Bila tes-tes tersebut masih dalam kurun waktu 6-12 bulan (tergantung jenis tesnya), maka hasilnya masih dinilai valid. Namun bila lebih lama dari 1 tahun, biasanya dokter spesialis yang terkait akan meminta Ibu dan suami untuk mengulangi tes tersebut.
      Ada beberapa tingkat ‘keparahan’ perlengketan tuba. Bila hanya perlengketan ringan, maka dengan diatermi biasanya akan hilang. Namun bila lebih berat ada kalanya dibutuhkan tindakan operasi. Tetapi semua itu tergantung pula dari berbagai pertimbangan. Bila hanya 1 tuba yang tersumbat, maka masih ada kemungkinan untuk hamil secara alamiah melalui tuba satunya lagi. Namun bila kedua tuba tersumbat, maka dapat dilakukan operasi untuk mengatasi tuba yang tersumbat ataupun melakukan bayi tabung.
      Mengenai sperma, bila masalahnya menyangkut pergerakan, biasanya dapat diberikan obat-obatan.
      Dari uraian di atas, maka terapi dan program yang dapat ibu jalani akan lebih tepat diputuskan bila ibu dan suami telah secara langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis-dokter spesialis kami. Program dan terapi akan disesuaikan dengan kondisi dan keadaan ibu dan suami. Kami menyarankan Ibu dan Suami langsung menemui dokter-dokter spesialis kami, yaitu:
      dr. Aditya,Sp.OG, dr.Nandy,Sp.OG, dr.Rivany, Sp.OG, dr. Kukuh, Sp.OG dan Muharam,Sp.OG serta dr. Indra G. Mansur, Sp.And dan timnya. No telp Sayyidah: 021 86902950/175/179.
      Semoga membantu,
      dr.Vidya

  22. umur saya 33 tahun dan suami 34 tahun sudah 5 tahun belum mempunyai keturunan dan saya pernah sakit Infeksi saluran Kencing saya mau berobat ke Assyidah saya harus ke dokter mana ya ?

    • Dear Ibu,

      Untuk permasalahan infeksi saluran kencing bisa di konsultasikan ke dokter kandungan. Sedangkan untuk program hamil dapat berkonsultasi dengan dokter andrologi dan dokter kandungan.

      Di RSIA Sayyidah dokter andrologi adalah dr. Indra G Mansur, Sp.And dan tim sedangkan untuk dokter kandungan ada beberapa pilihan diantaranya dokter kandungan laki-laki : dr. Aditya, Sp.OG – dr. Muharram, Sp.OG – dr. Ichnandy, Sp.OG – dan dr. Kukuh, Sp.OG.

      Untuk dokter kandungan perempuan : dr. Rivany, Sp.OG

      sedangkan untuk jadwal dokter nya sendiri dapat langsung menghubungi RSIA Sayyidah di (021) – 86902950 atau (021) – 86902179.

      Mudah-mudahan kami dapat membantu,
      dr. Vidya

  23. ass wr
    saya mau menanyakan apakah proses insiminasi utk pemilihan sperma yg baik dan tdk baik dilakukan oleh dr kandungan atau bagian laboratorium,bgm seandainuya waktu diinsiminasi ada pergumpalan sperma tetap dilakukan atau ditunda?mhn penjelasannya,terima kasih

  24. AssWrWb…
    Saya telah melakukan analisis TORCH dengan hasil IgG-IgM Rubella negatif, IgG-IgM HSV2 negatif, IgG tokso 5.7 dan IgM tokso negatif, IgG CMV 157 dan IgM CMV negatif. dengan hasil seperti ini apakah saya aman untuk hamil?apakah nilai IgG CMV yang tinggi dapat menjadi indikasi bahwa ASA saya juga tinggi?apakah saya perlu melakukan terapi untuk menurunkan nilai IgG CMV dan IgG tokso jika saya berencana untuk hamil?bisakah saya minta jadwal praktek dr,Indra?mohon penjelasannya,terima kasih

    • Halo Ibu,

      Pada dasarnya, IgM menunjukkan infeksi yang akut (yang sedang terjadi) sedangkan IgG menunjukkan infeksi yang kronis (yang telah terjadi). Ada sebagian ahli kandungan berpendapat bahwa IgM yang negatif dengan IgG yang positif aman untuk melakukan program hamil. Namun, sebagian lagi berpendapat, IgG yang positif harus diobati terlebih dahulu sebelum hamil. Jadi hal tersebut tergantung dokter kandungan Ibu. Namun demikian, menurut saya ada baiknya Ibu langsung menunjukkan hasil IgG CMV yang tinggi ke dokter kandungan.

      Jadwal dr. Indra:

      Kamis (14.00 -16.00)
      Sabtu (13.00 – selesai)
      Minggu (13 – 15.00)

      semoga membantu

      dr. Vidya

  25. yth dokter…
    saya sudah menikah selama 8 tahun namun belum dikaruniai anak… Pada tahun 2001 saya pernah divonis ada mioma sebesar telur ayam dan saya disarankan mengikuti terapi suntik hormon selama 6 bulan dan mengakibatkan saya tidak haid selama mengikuti terapi suntik hormon tersebut. Pada tahun 2003 saya check up, Mioma saya hilang tetapi saya malah divonis ada kista di indung telur sebelah kiri berukuran 8,9cm dan saya melakukan operasi pengangkatan kista pada tahun 2005 bulan januari dilanjutkan dengan mengikuti kemotherapy 1 kali selama 3 hari, namun pada bulan februari saya tidak haid sampai sekarang. Pada pertengahan 2005 saya kontrol kondisi rahim dan hormon, hasilnya indung telur sebelah kanan kecil, saluran dari indung telur ke rahim halus seukuran rambut dan hormon estrogen tidak ada lalu saya di vonis pramanapouse. Selama tahun 2006 dan 2007 setiap kali saya melakukan hubungan suami istri, saya kurang nyaman karena tidak mengeluarkan cairan. Oleh dokter saya diberi obat hormon yang alhamdulliah sedikit membantu, pada tahun 2010 saya berhenti konsumsi obat hormon tersebut namun tidak mempengaruhi cairan malahan cairannya tambah banyak,saya bersyukur sekali.. Nah ..yang ingin saya apakah benar efek dari kemotherapy yg saya ikuti mengakibatkan saya tidak pernah haid, apakah ada kemungkinan saya mempunyai keturunan dengan kondisi saya seperti ini, program dan therapy apa yg harus saya dan suami ambil,,, dan mohon info rincian biaya untuk program kehamilan di rsia sayyidah

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi blog kami.

      Ibu, kasus Ibu bukanlah kasus yang sederhana. Oleh sebab itu, saya belum dapat menjawabnya langsung. Pertanyaan Ibu merupakan PR saya untuk saya kemukakan ke dokter spesialis kandungan kami. Saya rasa, beliayu lebih berhak menjawab pertanyaan Ibu. Oleh sebab itu, akan saya post jawabannya pada kesempatan berikutnya ya.

      tentang biaya program hamil di RSIA Sayyidah, akan kami kirimkan langsung ke email pribadi ibu.

      Terima kasih,

      dr. Vidya

  26. Aslm.
    Selamat siang Dok, saya mau menanyakan tentang rahim istri saya.
    Istri saya pada kelahiran putra pertama kami kemarin melalui operasi cesar. Dan sekarang anak kami sudah berumur 9 bulan. Luka bekas cesar istri tumbuh keloid. Memang kulit istri gampang sekali tumbuh keloid (bahkan sekedar luka garuk-pun akan menjadi keloid).
    Pada 3 bulan pertama pasca nifas istri memakai kontrasepsi suntik. Tapi kemudian berhenti. (sampai hari ini dilanjutkan dengan kondom).
    Akan tetapi, yg menjadi kekhawatiran saya, sampai hari ini istri saya belum pernah haid sekalipun.
    Pertanyaan saya:
    1. Adakah yg tidak normal dari kandungan istri saya?
    2. Apakah mungkin keloid bisa tumbuh di dinding dalam rahim sehingga oleh tubuh dianggap seperti IUD?

    Terima kasih.
    Wasssalamu’alaikum
    tri wiyono – jogja

    • Dear Bapak,
      Terima kasih atas pertanyaannya.

      Sebelum saya menjawab mengenai istri Bapak yang belum haid setelah kurang lebih 9 bulan pasca melahirkan. Yang ingin yang saya tanyakan apakah istri Bapak menyusui putra Bapak hingga saat ini? Bila hal ya, maka hal tersebut, besar kemungkinan wajar. Menyusui dapat bertindak sebagai KB alami pada wanita. Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar hormon prolaktin (hormon menyusui) menghambat pembentukan sel telur. Apabila istri Bapak menyusui putranya hingga saat ini (terlebih lagi sukses melakukan ASI eksklusif, maka hal demikian wajar sekali. Beberapa wanita bahkan tidak menstruasi hingga 1,5 tahun setelah melahirkan.

      Semoga dapat membantu.

      dr. Vidya

  27. Dear RSIA Sayyidah,

    Mohon informasinya mengenai besarnya biaya perawatan disana ?

    saya dan suami sudah menikah 2 tahun, kami sudah pernah melakukan konsultasi dengan berbagai macam RS, di Hermina, Sukmul, dan Dokter Boyke.
    Terapi juga sudah diikuti, mohon informasi detail, mengenai perawatan apa yang harus kami lakukan.

    saya mendapat info dari saudara saya, dan saya ingin penangannya dengan Dokter Indra.

    Boleh info ke email saya : suci_lia@yahoo.com

    Terima kasih

  28. yth dokter, saya sudah menjalani terapi PLI sebanyak 6x. setalah dirasa ASA sy turun, saya diberikan obat selama 3 bulan untuk mencoba hamil. ternyata program 3 bulan tersebut belum membuahkan hasil. saya tetap mensis dengan siklus normal seperti sebelum-sebelumnya yaitu sekitar 28-30 hari. setelah ini kami belum konsul lagi. pemeriksaan apa lagi yang nanti kami jalani? adakah terapi lain selain PLI dan diet makanan?

    • Dear Ibu,

      Setelah berhenti mlakukan pli, dgn memperhatikan pantangan FRT dan NFRT, serta frekuensi brhubungan sexual yg wajar maka ASA dpt bertahan 7-12 bln. Oleh sebab itu, program hamil dpt dilaukan dlm rentang waktu tsb.
      Biasanya dokter mengatakan 3 bln bkn berarti rentang wkt utk usah hamil hny berlaku selaa 3 bln. 3 bln itu waktu yg sebaiknya utk melakukan program hamil alami shg jk blm berhasil, ibu msh mempunyai wkt bl ingin melakukan inseminasi/bayi tabung. Bila tdk, program hamil alami dilanjutkan.
      Hal2 yg dpt membantu: memantau masa subur ibu serta kualitas sel telur ibu selama 2-3 bln berturut2, menjaga stamina bapak (hindari paparan suhu panas pada testis suami, pola makan tinggi protein rendah lemak, cukup vit n antioksidan, jauh sebisa mgkn dari asap rokok, cukup tidur) guna menjaga kualitas sperma.ibu jg sebisamgkn jauh dari stress, cukup konsumsi antioksidan.

      Semoga dpt membantu.
      Dr.Vidya

  29. Asw. saya mau tanya apakah boleh saya mengkonsumsi obat penurun panas dan antibiotik sedangkan saya sedang ikut program PLI tahap ke 2.
    Berpengaruh tidak dengan program PLI saya? Trimakasih, Wass.

    • Tentu boleh ibu. Mgkn ibu pernah dianjurkan tdk mengkonsumsi obat selama 5-7 hari. Itu sbg persiapn melakukan FRT da NFRT. Bila sdh selesai, ibu dpt kembali mengkonsumsi obat bila diperlukan.

      Dr.Vidya

  30. assalamu’laikum dokter,
    kami sudah menikah 1 tahun 4 bulan, istri sudah pernah hamil bulan juli tapi janin baru berumur 5 minggu pendarahan dan keguguran, setelah jeda 3 bulan, sekitar bulan november diketahui hamil lagi, tapi baru berumur 12 minggu tepatnya desember akhir janin berhenti detaknya sehingga diputuskan untuk dikeluarkan. selama ini belum pernah dikuret, hanya memakai obat dan setelahnya dicek kembali oleh dokter kandungan sudah bersiih. usia kami 25 tahun, istri memiliki riwayat keturunan diabetes sehingga pas kehamilan ke dua kami sudah pantau dg konsultasi ke internist dan diberi suntikan insulin. kegugurannya selalu diawali istri habis menyetir mobil dan kecapean. untuk saat ini karena istri masih harus program magang untuk kuliahnya, sehingga kami putuskan untuk menunda sampe istri selesai program tersebut dibulan juni dan menurut dokter kandungan kami sebelumnya disarankan untuk tidak memakai alat kontrasepsi lain selain kondom. apabila di bulan mei nanti kami ingin memulai program kehamilan kepada dokter siapa kami bisa berkonsultasi dan mohon rincian biayanya mulai dr konsultasi sampai ruang bersalin. karena domisili kami yang dekat dg RSIA ini yaitu di pondok kelapa. terima kasih,
    dany dan istri

    • Dear Bapak dan Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi blog kami.
      Penyebab keguguran banyak sekali, infeksi, kelainan kromosom, inkompetensi cervix, serta masalah imunologis termasuk APS (antiphospholipid syndrom) dan dianggapnya janin sbg benda asing shg tubuh istri cenderung menolak janin. Untuk mengetahui penyebab yg pasti, Bapak dan ibu dpt mengunjungi RSIA kami. Dan bertemu dgn tim dokter Imunologi reproduksi kami yg dikepalai oleh dr. Indra G. Mansur Sp.And. Kami telah mendapatkan beberapa kasus wanita dgn riwayat keguguran berulang spt kasus Ibu. Akan kami upayakan dng segenap keilmuwan kami untuk membantu Ibu dan Bapak dan tetap menyerahkan keputusan kpd Sang pencipta. Utk rincian biaya bapak dapat langsung menghubungi RSIA sayyidah di 02186902950/02186902175.
      Ttg kontrasepsi, kami menyarankan utk hanya memakai kondom sebab itu kontrasepsi terbaik bagi pasangan sulit hamil akibat masalah imunologi reproduksi.
      Semoga dapat membantu
      Dr.Vidya

  31. Dear Bapak / Ibu Dokter

    Kami sudah menikah 1.5 tahun.tapi sampai sekarang masih belum di karuniai anak. yang saya mau tanyakan adalah
    apakah kami harus konsultasi ke specialis kandungan atau andrologi ? kira-kira tes yang dibutuhkan oleh kami apa saja?
    dan bisa di kirimkan ke email saya untuk semua biaya yang dibutuhkan. Trima kasih ardi & istri

    • Dear Bapak,
      Penanganan kasus infertilitas harus ditangani secara menyeluruh. Penyebab infertilitas dapat disebabkan oleh faktor pria dan faktor wanita. Oleh karena itu, pemeriksaan harus dilakukan untuk istri dan suami. Untuk istri dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan, sedangkan untuk suami dapat berkonsultasi dengan dokter andrologi. Dokter andrologi akan melakukan test fungsi reproduksi pria seperti test sperma. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan fungsi reproduksi wanita (dari pemeriksaan USG, hormon, dll)

      Jika dari hasil pemeriksaan, suami dan istri dinyatakan tidak ada masalah, maka dapat dikategorikan sebagai kasus unexplained infertility (infertilitas yang tidak terjelaskan). Salah satu penyebabnya mungkin adalah faktor imunologis – seperti level Antibody Antisperma yang tinggi. Untuk mengetahuinya akan dilakukan test HSaAt, yaitu melihat reaksi serum darah istri ketika dicampurkan dengan sperma suami. Apakah terjadi penolakan atau tidak.

      untuk rincian biaya bapak dapat langsung menghubungi RSIA sayyidah di 02186902950/02186902175. Mudah-mudahan jawaban ini dapat membantu.

      Terima kasih

  32. salam dokter istri saya baru melahirkan bulan 12. tapi sekarang hamil lagi apakah itu baik atau tidak, atau bagusnya diterusin atau di dihentikan. trim

    • Halo Bapak.
      Apakah sebelumnya (pada bulan 12) istri melahirkan secara normal ataukah operasi. Bila secara normal, kehamilan dapat dilanjutkan tetapi bila secara operasi, biasanya ada pertimbangan medis lainnya. Untuk jawaban yang lebih akurat, Bapak dan Ibu dapat langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan. Tetapi yang perlu saya ingatkan, bila kehamilan dilanjutkan dan tidak ada keluhan apapun, teruslah memberikan ASI pada anak yang lahir bulan December lalu ya Bapak. Memang, akan cukup berat untuk Ibu. Oleh sebab itu, saya mengajak Bapak untuk mendukung proses pemberian ASI dengan menciptakan kondisi yang tidak membuat istri tertekan serta membantu turun tangan dalam membantu mengurus buah hati.
      Semoga dapat sedikit membantu
      dr.Vidya

  33. Yth.Bapak/Ibu dokter
    terimakasih sebelumnya untuk dibukanya ruang tanya jawab ini.
    Kemarin saya melakukan pemeriksaan HSG dengan hasil sbb:
    -kontras lancar mengisi uterus dan tuba falopi kiri dan kanan
    -tidak tampak gambaran filling defect atau additional shadow
    -spilled positif pada tuba kiri, kanan tak tampak spills
    Kesan : – patent tuba kiri – non patent tuba kanan
    -mohon dijelaskan hasil pemeriksaan tsb,
    -jika ada ketidaknormalan pada hasil pemeriksaan di atas bgm tindakan yg harus dilakukan selanjutnya??
    terimakasih untuk jawabannya


    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah berkunjung ke blog kami. Kami senang bila dapat bermanfaat.
      Dari hasil pemeriksaan yg ibu utarakan, disimpulkan bahwa saluran rahim yg menuju ke indung telur kanan ibu tersumbat. Kalau saluran yg kiri, tidak ada masalah. Dari segi rahim, didimpulkan tdk ada kelainan spt btk rahim yg abnormal ataupun adanya miom/tumor dgn ukuran yg cukup besar.
      Dengan hasil demikian, secara garis besar, dari segi ibu(wanita), masih memungkinkan untuk terjadi pembuahan secara alami, yakni dari indung telur yg kiri.
      Pada wanita, secara bergantian,indung telur akan mengeluarkan telur (ovum). Pada bulan ini, misal ovum keluar dari indung telur kiri, makan bulan depan, ovum akan keluar dari indung telur kanan. Bila tidak terjadi pembuahan, makan akan terjadi mens. Pada kasus ibu, secara medis, pembuahan alami dapat terjadi bila ovum ddikeluarkan dari indung kiri sebab saluran menuju indung telur kiri tidak tersumbat, sehingg memungkinkan ovum ke saluran (tuba) dan bertemu dgn sperma untuk terjadi pembuahan. Sedangkan disisi kanan, tdk dpt terjadi pembuahan alami.
      Namun, beberapa kasus sumbatan pada tuba dapat diatasi antara lain dgn diatermi (pemanasan ataupun pembedahan). Agar lebih jelas dan lengkap, ibu dpt langsung konsultasi ke dokter kandungan.
      Semoga membantu.

  34. Dear dokter yang baik,
    Saya dan suami telah melakukan TesbASA dengan hasil sbb:
    Tingkat ASA : 65.536
    SIV : 1,19
    IgE : 47,1 IU/ml (negative)
    Saran : PLI 3x
    sedangkan kesimpulan hasil analisa sperma suami adalah Normozoospermia dengan gerak baik dan migrasi baik.
    Saya belum berkonsultasi dengan dr Indra karena masih menunggu hasil Survival Time Test. Dengan hasil demikian, apakah memang mutlak saya harus terapi PLI?
    Tetapi IgE saya menunjukan hasil negatif maksudnya bagaimana? Saya memang tidak mempunyai riwayat alergi tapi mengapa hasil tes ASA saya tinggi, apakah itu bisa diartikan alergi terhadap sperma?
    Mohon penjelasannya ya dokter.

    Terima kasih

    • Halo Ibu,
      Pertama-tama, saya ingin meminta maaf atas keterlambatan merespon pertanyaan Ibu.
      Dengan hasil sperma yang baik dan dari hasil pemeriksaan dokter kandungan tidak ditemukan masalah dari segi Ibu, Ibu dan Bapak berpotensi untuk mengalami kehamilan alami. Tetapi, bila setelah bertahun tahun menikah belum juga hamil padahal tidak ditemukan kelainan (Unexplained infertility), perlu dicari penyebabnya. Penyebab yang cukup banyak dijumpai ialah akibat faktor imunologis, antara lain ASA (Anti-Sperm Antibody). Bila level ASA di tubuh Ibu belum terlalu tinggi, sperma tetap bisa membuahi. Tetapi bila terlalu tinggi, sperma dengan kualitas yang baik pun akan sulit untuk membuahi.Berpa level yang dikatan masih dapat dibuahi dan berapa level yang sudah tidak dapat lagi dibuahi dengan kualitas sperma yang baik? Hal tersebut tidak dapat saya jawab secara mutlak sebab jawabannya adalah relatif. Relatif terhadap apakah? Terhadap berapa level ASA Ibu saat ini dengan seberapa ‘baik’ kualitas sperma saat ini. Yang dikatakan sperma baik ialah sperma yang saat dilakukan pemeriksaan mencapai, setidaknya batas normal (misalkan jumlah mencapai minimum 20 juta, dengan yang hidup minimum 30%, kecepatan paling lambat 2,4s, dll). Namun tentu akan berbeda sperma baik yang pas memenuhi nilai normal dengan sperma baik yang jauh di atas nilai normal (misal jumlah sperma 156juta dengan yang hidup mencapai 50%, kecepatannya 1,6s, dll).
      Jadi bila dengan kualitas sperma yang baik ibu belum juga hamil, kemungkinan besar faktor ASA menjadi masalah (levelnya terlalu tinggi). Ada beberapa terapi yang bisa ditawarkan untuk menurunkan ASA, antara lain yang paling simple adalah untuk sementara waktu, minimal selama 6 bulan, ibu tidak terpapar sperma (tidak berhubungan, senggama terputus ataupun pakai kondom), terapi obat dan PLI. Namun terapi yang terbaik untuk menurunkan ASA saat ini adalah PLI sebab target kerja PLI ialah menurunkan ASA tanpa menurunkan antibodi lain sehingga ibu tetap bisa melawan terhadap bakteri dan virus. Obat, biasanya kerjanya menurunkan antibodi secara keseluruhan, sehingga ibu jadi mudah sakit. sedangkan terapi kondom minimal selama 6 bulan biasanya kurang nyaman bagi kedua belah pihak. Di samping itu, PLI merangsang tubuh istri membentuk sel memori agar tidak menolak sperma suami sehingga efek terapi PLI dapat bertahan kurang lebih 6-12bulan setelah PLI terakhir. Tetapi tentu bila ibu dan bapak mempunyai pertimbangan tertentu, Ibu bisa mendiskusikan dengan dr.Indra apakah dapat dilakukan terapi selain PLI (tentu dengan kelebihan dan kekurangan terapi selain PLI) ataupun melakukan terapi kombinasi (mungkin dengan pertimbangan jarak luar jakarta ataupun waktu terapi ataupun biaya, Ibu dan Bapak dapat melakukan terapi PLI lalu diikuti dengan terapi lain). Untuk lebih tepatnya, dapat langsung konsultasi ker dr.Indra.
      Hasil IgE bukan merupakan diagnosis mutlak untuk menentukan apakah ibu ada alergi atau tidak. Bila ingin lebih pasti, biasanya diperiksa kadar IgE spesifik (IgE udangm kepitingm telur, dll) secara satu per satu. IgE di sini sifatnya screening awal untuk mengetahui apakah tubuh mempunyai potensi alergi. Itu berguna bagi kami tenaga medis untuk menilai apakah dapat dilakukan terapi PLI terhadap ibu. Dengan kadar IgE yang terlalu tinggi, biasanya dilakukan tindakan lain dulu sebelum memulai PLI. Ada beberapa pasien yang menyatakan bahwa selama ini tidak pernah mengalami gejala alergi tetapi hasil IgEnya menungjukkan angka 200 sekian. Setelah dilakukan anmnesis lebih lanjutm ternyata di keluarga besarnya ada yang memiliki riwayat asma (salah satu bentuk alergi juga). Selain itu, gejala alergi sesungguhnya jauh lebih luas dari gejala yang selama ini kita kenal (gatal, batuk, bentol, merah, pilek). Alergi itu bisa menyerang seluruh sistem organ (penafasan, pencernaan, sistem saraf pusat, dll. Dengan demikian, gejala2 yang dapat ditimbulkan akibat alergi antara lain, gatal, merah, bengkak, pilek, batuk, diare, konstipasi, gangguan tidur, sakit kepala, perubahan emosi (malas, susah diatur pada anak kecil), mengantuk, dll. Tentang apakah dengan ASA tinggi, dapat digolongkan alergi sperma, ya ASA yang tinggi dapat digolongkan ke dalam alergi terhadap sperma. Alergi itu sifatnya genetik. Mungkin ibu tidak mempunyai riwayat alergi, tetapi di keluarga besar ibu (tante, om, kakek, nenek, sepupu, dll) ada yang mempunyai riwayat alergi.
      Semoga cukup dapat dipahami. Bila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan ditanyakan.
      dr.Vidya

  35. ass.wr.wb. saya sudah menikah 1,5 thn tapi belum hamil. 2 bulan lalu suami diperiksa spermanya divonis oligospermia. sebelumnya saya pernah cek usg, sel telur saya bagus. saya berencana untuk periksa di rsia sayidah, sebelumnya saya minta rincian biayanya. atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih

  36. selamat siang dok,
    sya wina, 25th. bbrp minggu yg lalu saya melakukan medical check up lengkap untuk rekrutmen suatu perusahaan. yg menjadi pikiran saya sampai saat ini adalah pd saat konsultasi ke dokter umum selain dilakukan colok dubur jg dilakukan colok vagina (dilakukan oleh dokter umum wanita) padahal saya belum menikah. setelah dilakukan pemeriksaan tersebut perut bagian bawah saya sakit dan smpai skrg kdg2 sakit, apakah pemeriksaan tersebut ada efek sampingnya krn saya blm menikah? bagaimana nanti pada saat saya sdh menikah dok, apa akan mempengaruhi kesulitan untuk dpt hamil? mohon penjelasannya dok. terimakasih banyak

    • Halo Mbak Wina,
      pertanyaan Anda sesungguhnya merupakan pertanyaan yang relatif. Artinya tidak dapat saya jawab secara definitif sebab semua tergantung kondisi tubuh Mbak sendiri serta berapa cari yang digunakan oleh dokternya untuk memeriksa serta apakah dilakukan perlahan atau tidak. Berikut saya berikan satu link yang bisa mbak baca:
      http://sehatnews.wordpress.com/2010/07/06/selaput-dara-bukan-ukuran-virginitas/
      Bila mengenai nyeri di perut bagian bawah, saya perlu keterangan lebih rinci tentang derajat nyerinya, kapan timbul nyeri tersebut (setiap melakukan aktivitas atau posisi apa) serta kapan pemeriksaan colok vagina dilakukan dan apakah hingga sekarang masih sakit/ sebab ada beberapa kemungkinan antar lain nyeri bisa disebabkan karena anda tidak siap akan dimasukkan sesuatu ke dalam vagina sehingga semua otot2 panggul Mbak menegang, bisa juga adanya infeksi. Untuk lebih pastinya, saya menganjurkan Mbak untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan, subdivisi uroginekologi.
      Semoga dapat membantu
      dr.Vidya

  37. Dok saya mau tanya, apakah RSIA sayyidah pro normal atau caesar?karena saya pengen banget lahir normal.Sekarang usia kandungan 16 minggu, saya berencana lahir di RSIA sayyidah karena dekat dengan rumah.Berapa biaya persalinan Normal/caesar apa ada sistem paket dok?trm

    • Halo Ibu,selamat atas kehamilannya. Semoga selalu diberikan kesehatan bagi ibu dan bayi.
      RSIA Sayyidah adalah RSIA yang pro normal dan pro ASI eksklusif sehingga bila tidak ada indikasi medis, Ibu sangat dianjurkan dan disupport untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Sistem rawat kami juga adalah rawat gabung untuk meningkatkan bonding atara Ibu dan Bayi. Tetapi bila ada indikasi medis, misalkan ibu punya riwayat Asma, janin stress di dalam kandungan, ketuban pecah lebih dari waktu tertentu, maka akan dilakukan operasi demi keselamatan ibu dan bayi.
      Silahkan menghubungi RSIA Sayyidah di 021 86902950 atau 02186902179 untuk informasi harga, kamar, fasilitas serta dokter kandungan kami.
      Semoga informasi saya cukup jelas
      dr.Vidya

  38. Selamat pagi dokter.
    Saya mendapatkan brosur rsia sayyidah dari kakak sepupu. Dan langsung mencari di internet. Dari testimonial yg sudah saya baca. Sy berniat untuk berobat ke rsia sayyidah. Sy sudah 6 th menikah dan blm bisa hamil. Satu tahun yg lalu Saya sudah pernah berobat sebelumnya tapi putus di jalan karna kendala pekerjaan. Pemeriksaan yg sudah sy lakukan hsg, sys dan suami analisa sperma. Hsg sy hasilnya ada sumbatan di tuba kiri,dan tuba kanan normal. dan hsil SA nya OAT . Sudah di lakukan terapi minum obat untuk suami. Tp suami tidak kembali lagi untuk kontrol. Akhirnya kami tidak lanjut lgi. Sekarang mau mulai lg dr awal untuk program kehamilan. mohon petunjuknya dok, kalo kami berobat ke rsia sayyidah hari sabtu bisa tidak.lalu dokternya praktek sampai jam berapa? saya ketemu dokter siapa dok. Buat konsultasi. Terimakasih banyak dokter atas bantuannya

    • Halo Ibu,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog kami. Kami mengundang Ibu dan suami untuk datang ke RSIA Sayyidah. Untuk kasus andrologi (Sperma), Ibu dapat berkonsultasi dengan spesialis kami, dr,Indra G.Mansur Sp.And. Beliau praktek hari kami(14.00 – 17.00), Sabtu (14.00 – selesai) dan Minggu ( 12.00 – selesai). Jadi bila Ibu ingin datang di luar waktu kerja, ibu dapat berkonsultasi hari Sabtu atau Minggu. Mohon mendaftarkan diri via telepon sebelum datang di 021 86902950 atau 021 86902179.
      Saran saya, agar konsultasi berjalan lebih efektif, sebaiknya ibu telah membawa hasil sperma. sehingga dari konsultasi pertama, ibu sudah mendapatkan saran dan terapi dari dokter Indra. Hasil sperma yang masih valid ialah kurang dari 6 bulan. Bila lebih dari itu, disarankan untuk mengulang kembali agar mendapatkan gambaran yang akuran untuk kondisi sperma saat ini. Ibu dapat periksa sperma di laboratorium Sayyidah. Laboratoriumnya buka 24 jam. Sabtu minggu tetap buka. Saat periksa, katakan ke petugas lab untuk mencatat bahwa suami telah mengkonsumsi obat (sebutkan nama2 obatnya) dan terakhir konsumsi kapan.
      semoga dapat membantu
      dr.Vidya

  39. Selamat Sore..

    Saya tgl 5 Mei kemarin sudah menjalani FRT dan Non FRT,hasilnya FRT Negatif semua dan Non FRT menunjukkan indikasi Alergi thd Debu dan Tepung Rumput.Hasil Pre PLI suami juga baik,sehingga setelah menjalani test FRT dan Non FRT langsung PLI 1,,yang ingin saya tanyakan apakah hasil test alergi saya merupakan indikasi yang baik untuk program PLI,,Asa saya 4096..Apakah ASA saya bisa turun tanpa ada pantangan alergi khususnya Makanan…Tks..Mohon Infonya..

    • Dear Ibu,
      Sebelumnya saya ingin meminta maaf atas jawaban yang sedikit lama dan terima kasih telah mengunjubgi blog kami.
      Hasil tes FRT dan NFRT yang banyak ataupun yang sedikit positifnya bukan menjadi parameter indikasi yang baik atau buruk dalam menjalani PLI. Pasien dengan hasil FRT dan NFRT yang hampir postif semua dengan yang hampir negatif sama-sama mempunyai peluang yang seimbang untuk menurunkan ASA. Yang membedakan adalah keteguhan dan ketetapan hati untuk menjalani program tersebut. Artinya semakin banya positifnya dari hasil FRT dan NFRT, semakin banyak pula pantangan yang harus ibu lalui sehingga tentu lebih berat menjalaninya dibandingkan orang lain dengan hasil FRT dan NFRT yang hampir negatif, seperti kasus Ibu. Jadi bila maksud Ibu indikasi yang baik itu adalah lebih ringan menjalani pantangannya, tentu ya, kondisi ibu lebih ringan. Semua item dengan hasil negatif yang tertera pada hasil FRT bisa Ibu konsumsi termasuk olahannya. Tetapi item2 lain, terutama seafood yang tidak tertera, saya tetap anjurkan untuk memantangnya selama terapi infertilitas dijalankan. Misalkan sarden, mackerel, Tuna, Salmon, octopus, dll. Semua itu termasuk olahannya, seperti bumbu saos tiram, dll
      ASA 4096 tergolong tinggi dan bukan sangat tinggi. Inti dari level ASA adalah semakin tinggi tingkat ASA saat Anda memulai terapi, maka semakin banyak jumlah PLI yang dibutuhkan untuk mencapai level norma 1:64. Jadi kemungkinan besar ibu membutuhkan jumlah PLI yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang dengan level ASA sebelum terapi 16 ribu sekian misalkan. Tetapi semua itu kembali tergantung respon tubuh ibu terhadap PLI serta ketekunan ibu dalam memantang pantangan makanan dan non makanan. Untuk membantu penurunan level ASA, ibu dan suami dianjurkan untuk sementara berhubungan seksual dengan kondom hinggal level ASA at least 1:128.
      Semoga membantu, bila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan untuk kembali bertanya.
      dr.Vidya

  40. Selamat Siang..
    Saya baru menikah 3bln lalu dan belum hamil dok, karena saya ingin segera hamil apakah saya perlu konsultasi ke dokter kandungan atau sebaiknya menunggu terlebih dahulu? usia saya 26th & suami 27th
    saya agak khawatir karena kakak kandung suami belum memiliki anak setelah 7th menikah, apakah ada faktor keturunan dok?
    apakah posisi rahim menentukan proses pembuahan? sebaiknya bagaimana ya dok.
    mohon informasi jasa dokter dan biaya di RSIA SAYYIDAH. terimakasih

    • Dear Ibu,
      Bila baru 3 bulan menikah, saya menganjurkan Ibu untuk bersabar sedikit lagi. Bila Ibu memang sangat khawatir, ibu dapat mengunjungi dokter kandungan setelah 6 bulan pernikahan. Untuk sementara waktu, ibu dapat malakukan program hamil alami dulu saja. Usahanya antara lain pastikan ibu berhubungan benar pada masa subur. Untuk mengetahui hal tersebut, bila sikulus haid ibu teratur (28-30 hari), ibu dapat berhubungan dengan suami pada hari ke 11-16 haid. bila siklus haid ibu tidak teratur, ibu dapat mengetahuinya dengan memeriksa suhu basal tubuh. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang suhu basal tubuh, ibu dapat melakukan ‘search’ di internet. Yang ibu butuhkan untuk metode tersebut adalah sebuat termometer dan ketelatenan ibu untuk mengukur suhu tubuh ibu di waktu yang sama setiap hari.
      Masalah infertilitas bisa merupakan fator keturunan tetapi TIDAK SELALU. Tergantung penyebab infertilnya apa. Bisa jadi masalah pola hidup saja. Jadi himbauan saja, setidaknya tunggulah samapai usia pernikahan ibu 6 bulan. sementara waktu pastikan ibu berhubungan pada saat masa subur.
      Untuk posisi rahim, benar hal tersebut mempengaruhi pembuahan. Namun tidak serta merta rahim yang retrofleksi (normalnya antefleksi) pasti sulit pnya anak. Banyak faktor yang harus diperhatikan antara lain sudut retro-nya. Masih banyak faktor lain yang jadi pertimbangan.
      Semoga dapat membantu
      dr. Vidya

  41. Assalamualaikum,,,
    Kami sudah menikah 3 tahun tapi sampai sekarang masih belum di karuniai anak.

    Suami sdh pernah melakukan pemeriksaan sperma sebanyak 3 kali dan hasilnya azzospermia. Saya sendiri belum pernah melakukan pemeriksaan apapun. Tp sy jg pengen melakukan pemeriksaan, yang jd pertanyaan sy,sebaiknya sy mengunjungi dokter kandungan sebelum atau sesudah masa haid? Pemeriksaan apa aja yang harus sy ikuti?

    Untuk suami,apakaha hasil analisis sperma dpt langsung kami kasih ke dokter andorologi d RS sayyidah,atau mesti melakukan pemeriksaan lagi??
    Mohon tanggapan dr RS Sayyidah. Terima kasih. Salam.

    • Wa’alaikum salam wr wb
      Bila ibu belum pernah melakukan pemeriksaan apapun sebelumnya dan bertujuan ke dokter kandungan untuk masalah infertilitas, ibu dapat kesana pada hari ke-12 atau ke-14 haid bila haid ibu teratur 28-30 hari (hari ke 12 atau ke-14 dihitung dari hari pertama ibu haid walaupun hanya berupa flek2 saja mensnya). Pemeriksaan secara persisnya sangat tergantung dari hasil konsultasi ibu dengan dokter kandungan, tetapi pemeriksaannya biasanya seputar USG, periksa hormon, HSG, dll.
      mengenai suami, kapan terakhir suami periksan sperma? Bila sudah lebih dari 6 bulan, maka saya menganjurkan ibu untuk periksa kembali sebelum ke dokter andrologi kami, dr.Indra G. Mansur. Hal tersebut bertujuan agar dr.Indra sudah dapat memberikan terapi saat ibu konsultasi. Namaun, jangan lupa untuk membawa hasil2 pemeriksaan sperma yang lalu lalu, walaupun sudah lebih dari 1 tahun yang lalu. Hal itu untuk dasar pertimbangan dr. Indra.
      Semoga dapat membantu
      dr.Vidya

  42. ass….. halo dok,saya ingin bertanya masalah steril yg saya lakukan 8taon yg lalu,apakah bisa dibuka kembali.dengan maksud ingin mengandung kembali.trima kasih sebelumnya

    • Wa’alaikum salam Ibu,
      Pada dasarnya setril merupakan terapi kontrasepsi yang permanen. Artinya dia bertahan selamanya. Namun, kini cara steril ada tubanya hanya diikat dan ada pula yang dipotong dan masing-masing ujungnya di ikat. Pada cara yang pertama, yakni hanya diikat, secara teori masih bisa kembali hamil bila ikatan tersebut dibuka tetapi cara kedua sudah hampir dipastikan tidak dapat hamil kembali. Jadi bisa atau tidaknya kembali hamil tergantung metode steril yang ibu alami.
      Namun, perlu ibu ingat walaupun secara teori bisa hamil bila metode steril hanya diikat, namun pada kenyataannya banyak yang perlu dipertimbangkan, yaitu setelah 8 tahun tuba diikat, tentunya tuba lebih rapuh, bisa juga tibul jaringan parut dll. Semua itu tentu memberikan risiko terhadap kehamilan, yakni kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan dll). Bila ibu memutuskan untuk kembali hamil dan telah mengandung, jangan lupa memeriksakan diri selama kehamilan secara teratur, terutama di awal awal kehamilan.
      semoga membantu
      dr.Vidya

  43. ass, dokter. saya seorang ibu, berusia 34 th, saat ini saya mengandung dan usia kehamilan saya 12 minggu, dari hasil pemeriksaan kehamilan saya dinyatakan BO, yang ingin saya tanyakan apa penyebab BO dan apa tindakan yang harus saya lakukan?

    • Wa’alaikum salam Ibu,
      BO (Blighted Ovum) adalah kondisi saat hasil konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur) tidak berkembang dengan seharusnya. Dalam keadaan normal, pertemuan sel telur dan sperma akan menghasilkan kantung kehamilan yang di dalamnya dapat dijumpai detak jantung janin. Pada kasus BO, kantung kehamilannya ada, tetapi kantung kehamilannya kosong, tidak ditemukan detak jantung. Biasanya kasuks BO terjadi akibat kualitas sel telur atau sperma atau keduanya saat terjadi pembuahan kurang baik. Ibarat kue, bahan2 bakunya kurang bagus (telur dan tepungnya) sehingga menghasilkan kue yang bantet. Sampai sekarang dikatakan bahwa kejadian BO itu sporadik, artinya acak. Bukan berarti sekarang ibu hamil BO, berarti kehamilan berikutnya lebih besar kemungkinan BO lagi dibandingkan orang lain. Biasanya kalau sudah dipastikan kehamilannya adalah BO, kehamilannya diterminasi, bisa secara spontan (akan keluar sendiri) atau dengan dikuretase. Biasanya setelah diterminasi, ibu diminta untuk mengistirahatkan rahim sekitar 2-6 bulan (tergantung cara terminasinya). selanjutnya ibu dapat memulai kembali program hamil.
      Semoga penjelasannya cukup jelas dan Ibu secepatnya diberikan nikmat hamil kembali dengan kehamilan yang lebih baik :)
      dr.Vidya

  44. Bapak/Ibu dokter yang terhormat

    kami menikah sdh 3 tahun dan sampai saat ini belum di mendapa keturunan.
    sy sendiri belum pernah menjalani pemeriksaan apapun, karna pada saat itu dokter yg pertama kami kunjungi menyarankan untuk suami di test sperma, dan hasilnya azzospernia. kami sdh melakukan test sperma sebanyak 2 kali dan hasilnya sama.

    setahun lalu kami berkunjung ke dokter indra, suami diberikan obat2n yang mesti di minum secara teratur dan setelah obat tsb habis harus melakukan pemeriksaan darah. tetapi sudah satu tahun obat masih ada karang jarang di minum.

    yang mau sy tanyakan,, apa dengan meminum obat yg jarang2 sampai akhirnya obat tsb habis dan melakukan pemeriksaan darah apa hasilnya akan akurat??

    sy mau mengikuti program bayi tabung, langkah apa yang mesti sy lakukan?

    jujur saja, sy bingung dok dengan keadaan seperti ini. apa sebaiknya obat di hentikan dl dan kami mengunjungi dokter indra untuk membicarakan proses bayi tabung dan langkah2 selanjutnya yg mesti kami ikuti. karna sy ragu dengan hasil pemerikssaan darah nanti, obat yang mesti di minum selama 2 bulan tapi jadinya setahun.

    atau obat tsb harus di habiskan, dan melakukan test darah baru mengunjungi dokter indra lagi.

    demikian pertanyaan saya, mohon penjelasannya bapak/ibu dokter.
    terima kasih

    • Halo Ibu dan Bapak,
      Dalam mengkonsumsi obat, sebaiknya konsumsi secara teratur sesuai anjuran dokter dan jangan ‘bolong-bolong’. Ditambah lagi obat untuk terapi sperma selain harus rutin juga memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan misalkan antibiotik. Hal tersebut dikarenakan pembuluh darah yang memperdarahi sperma (pembuluh darah tersebut berguna untuk membawakan nutri, oksigen serta obat) tergolong pembuluh darah dengan diameter kecil, berbeda dengan pembuluh darah yang memperdarahi hati atau usus. Semakin kecil diameter pembuluh darah, semakin sedikit pula zat obat, oksigenm dan nutrisi yang dibawa. Oleh sebab itu makan obatnya harus konsisten dan relatif lebih lama. Jadi bila obat yang seharusnya dikonsumsi dalam 2 bulan habis dalam 1 tahun, memang menurut saya hasilnya tidak optimal.
      Terkait dengan rencana Bapak dan Ibu untuk Bayi tabung, saran saya Bapak dan ibu kembali ke dr. Indra G. Mansur. Berhubung Bapak terakhir periksa sperma lebih dari 6 bulan yang lalu, maka sebelum konsultasi ke dokter Indra, Bapak periksa sperma dan katakan ke petugas lab untuk memberikan catatan bahwa saat bapak periksa, bapak dalam keadaan minum obat (tuliskan nama2 obatnya) tetapi tidak konsisten. Bila hasil sudah keluar, Bapak dan Ibu baru konsul ke dr.Indra. Dengan membawa hasil tersebut, dr. Indra akan mempunyai saran yang lebih spesifik dan akurat untuk kondisi Bapak dan Ibu.
      Bila saat konsultasi, dr.Indra memberikan obat minum, saya mengundang Bapak untuk mengkonsumsinya secara teratur :). Hal tersebut terkait rencana untuk bayi tabung. Proses tersebut tidak membutuhkan jumlah sperma baik yang banyak tetapi tetap dibutuhkan yang baik. Jadi semangat menjalani terapi at least sampai proses bayi tabungnya, ya Pak. :)
      Semoga cukup membantu
      dr.Vidya

  45. Mhn dibantu… Saya wanita usia 32th (usia suami jg sama),sdh hampir 5thn menikah,tp blm prnh hamil.. Sdh melakukan tes sperma suami dg kesimpulan “Teratozoospermia”… Saya & suami ingin berobat ke RSIA Sayyidah,mhn di informasikan seputar biaya (agar kami bs mempersiapkan) & terapi apa yg bs diterapkan utk kami… Terima kasih banyak utk info yg diberikan..

    • Dear Ibu,
      Terima kasih telah mengunjungi situs kami.
      Sebelumnya, ibu pernah periksa sperma dengan hasil Teratozoozpermia dimana dan pada tahun berapa? Sebab, bila sudah lebih atau sama dengan 6bulan yang lalu, biasanya dokter akan meminta ibu dan suami untuk memeriksanya kembali agar terapi yang diberikan (bila diperlukan) akan lebih optimal. Bila lebih atau sama dengan 6 bulan, biasanya hasilnya sudah tidak akurat, sebab besar kemungkinan hasilnya berubah.
      Kami dengan senang hati mengundang Anda untuk ke RSIA Sayyidah dan bertemu dengan dokter ahli Andrologi kami, dr. Indra G. Mansur, Sp.And. Jenis terapi yang akan ibu jalani sangat tergantung dengan hasil lab dan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter. pemeriksaan dan Terapi yang dapat ibu jalani antara lain: meminum obat untuk waktu tertentu, USG, pemeriksaan laboratorium, dll. Dan biasanya terapi infertilitas paralel dengan ibunya berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Bila Ibu sudah memiliki dokter Kandungan, silahkan Ibu tetap ke dokter kandungan yang biasanya ibu periksakan diri, Namun bila Ibu belum punya dokter kandungan, maka dokter di RSIA Sayyidah akan mengarahkan Ibu. Untuk masalah biaya, saya mengundang Ibu untuk langsung menghubungi RSIA Sayyidah di 02186902950 / 02186902179.
      Semoga dapat membantu.
      dr.Vidya

  46. Nilai ASA saya awalnya 64rb dan setelah menjalani terapi PLI 3x turun menjadi 4rb, sehingga disarankan masih harus menjalani PLI 3x lagi. Yang mau saya tanyakan apakah saya sudah boleh berhubungan di masa subur tanpa kondom agar ada harapan hamil dalam waktu dekat? Mengingat nilai ASA saya sudah turun dan kemarin sudah PLI ke-4 dan dr Indra memberi resep suplemen Immunocal, apakah Immunocal itu bisa menurunkan nilai ASA? Karena saya juga (berdasarkan hasil FRT) alergi terhadap susu sapi, nah apakah Immunocal itu merupakan berasal dari susu sapi?
    Terima kasih

    • Dear Ibu,
      secara garis besar, program hamil dibagi menjadi 2, yakni program hamil alami (usaha hamil melalui berhubungan seksual) serta program hamil buatan, termasuk inseminasi atau bayi tabung. Target dari PLI ialah mencapai ASA normal, yaitu 1:64. Agar cepat mencapai nilai tersebut, maka biasanya kami anjurkan ke pasangan suami istri untuk memakai kondom selama terapi PLI. tetapi pada keadaan tertentu, beberapa pasangan ingin sesegera mungkin usaha hamil. Jadi berdasarkan pengalaman klinis, biasanya kami anjurkan bila ingin program hamil alami, suami boleh lepas kondom saat ASA istri mulai 1:1024 atau kurang. Itu pun hanya boleh lepas saat masa subur. Di luar masa subur, suami kembali menggunakan kondom saat berhubungan.
      Immunocal dapat membantu menurunkan ASA tetapi sifatnya hanya komplemen. Terapi utamanya tetap PLI. Immunocal aman dikonsumsi pada pasien yang dinyatakan hasil FRT terhadap susu sapi postif sebab, walaupun sumbernya susu sapi, immunocal hanya merupakan glutation (antioksidannya) susu sapi. protein sapinya (penyebab alergi), yakni whey dan casein tidak terdapat dalam immunocal.
      Semoga penjelasannya cukup jelas
      dr.Vidya

    • Halo Ibu,
      Bila ingin melepaskan steril ikat, biasanya harus ke dokter kandungan, Berhubung Ibu tinggal di cirebon, saya tidak dapat mereferensikan seorang dokter sebab saya kurang paham daerah sana. Tetapi, biasanya, dokter kandungan mana saja, bisa melakukannya. Pilih dokter kandungan yang Ibu merasa nyaman berkomunikasi serta paham tujuan ibu melakukan tindakan tersebut.
      Semoga dapat sedikit membantu, Good luck
      dr.Vidya

  47. dear dok…
    Bagaimana cara untuk mengetahui seseorang positif ASA atw tdk?
    Apakah Post Coital Test bisa digunakan untk mengetahui ASA?

  48. Siang Dok..

    Saya berusia 28 tahun, dan istri saya 25 tahun kami sudah menikah 1,6 tahun dan belum dikarunia anak, kami sudah memeriksa hasilnya semua bagus, tp kata dokter antibody istri saya tinggi, tp kita tidak dihasih tau berapa tingginya dan harus terapi kondom, dan waktunya cukup lama, untuk itu apakah saya bisa berobat ulang di RSIA sayyidah, dan mohon penjelasan

    • Dear Bapak,

      Tentu saja Bapak dan Ibu dapat berobat ke RSIA Sayyidah. Nanti Tim Imunologi Reproduksi RSIA Sayyidah (yang terdiri dari dokter kandungan, dokter andrologi, dan immunologist) akan berusaha untuk membantu.
      Ketika akan ke RSIA Sayyidah mohon dibawa semua hasil pemeriksaan yang sudah pernah dilakukan untuk sebagai bahan evaluasi. Dari hasil-hasil pemeriksaan tersebut akan dilihat oleh Tim, mana hasil pemeriksaan yang masih bisa dipakai dan mana yang harus diulang, jadi tidak mesti harus berobat ulang.

      Nanti juga akan diperiksa juga level antibodi ASA ibu terhadap sperma bapak dengan metoda HSaAT (Husband Sperm auto-Agglutination Test), setelah diketahui level ASA ini baru diencanakan terapi yang paling efektif untuk bapak dan ibu, baik untuk menurunkan level ASA dan untuk masalah lain yang ditemukan. Setelah pengobatan dan terapi, maka level ASA kembali di evaluasi apakah sudah cukup rendah dan memenuhi syarat untuk program hamil.

      Semoga dapat membantu,
      RSIA Sayyidah

  49. Dear dr.
    saya dengan qq, sy sdh pernah inseminasi 2x thn 2010, bayi tabung 2x dengan 3x ET, tp masih belum hamil. Saya memang ada mioma 2cm tp menurut dr sebelumya yg menangani sy tidak mengganggu rahim, tp sperma suami memang menurut hasil test, jumlah bagus hanya sj yg baik (gerak lurus, bentuk,morfologi) hanya 20%.

    yang sy mau tanyakan sy akan coba berobat dengan dr Indra untuk androlog, tp untuk pengobatan kehamilan saya apa harus berobat dengan dr kandungan lain lg.
    Terima kasih/qq

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      Untuk penanganan kasus infertilitas sebaiknya ditangani secara komprehensif karena yang keduanya (istri dan suami) peranya sama besar. Dan yang paling penting lagi adalah timingnya — diusahakan timingnya tepat antara kesiapan istri dan suami untuk program hamil.

      Untuk kondisi ibu, mengingat ibu sudah pernah berobat ke dokter kandungan, kami menyarankan ibu langsung ketemu dengan dr. Indra (sebagai ketua tim Imunologi Reproduksi RSIA Sayyidah) dengan membawa semua hasil pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan medis yang pernah ibu dan suami lakukan. Dari data-data tersebut nanti tim Imunologi Reproduksi Sayyidah (yang terdiri dari andrologi dan dokter kandungan) akan melihat pemeriksaan apa saja yang masih valid (dapat digunakan) dan mana yang harus diulang — jadi tidak mesti harus berobat ulang semua. Dr. Indra nanti akan menangani dari sisi Andrologi (untuk suami) dan sisi Immunologis (untuk ibu dan suami). Sedangkan untuk ibu nanti akan ditangani oleh dokter kandungan. Mengenai apakah ibu langsung harus berobat ke dokter kandungan (paralel dengan pengobatan suami) nanti akan ditentukan oleh tim — melihat seberapa penting dan mendesaknya ibu harus segera ditangani oleh dokter kandungan.

      Jadi, pada saat ketemu dengan dr. Indra nanti, ibu dan suami harap membawa semua hasil pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan medis yang pernah ibu dan suami lakukan sebagai data awal untuk perencanaan pengobatan dan terapi.

      Mudah-mudahan dapat membantu,
      Terima kasih,
      RSIA Sayyidah

  50. Dh,
    mohon informasinya..saya umur 30 th suami 36 th, sudah menikah selama 6 th tp blm dikaruniai keturunan..saya dulu sudah di usg n hsg hasil alhamdulillah bagus dan suami tes sperma juga bagus..haid saya dulu 12 hari lalu diberikan obat sehingga jd 8 hari, beberapa bln kemudian saya hamil namun keguguran (itu 2 th setelah pernikahan)..setelah keguguran haid saya malah lebih lama 12-16 hari..sampai sekarang saya blm hamil lg,

    menurut dokter apa yg harus saya lakukan terlebih dahulu n bertemu dgn dokter siapa?

    Terima kasih

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      Pernah mengalami kehamilan merupakan pertanda awal yang baik bahwa organ reproduksi ibu dan bapak berfungsi dengan baik. Namun, berikutnya yang menjadi permasalahan adalah apakah kehamilannya berkembang atau tidak. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi perkembangan kehamilan, salah satunya adalah faktor imunologis. Secara singkatnya, janin yang dikandung adalah benda asing bagi tubuh si ibu, dan sistem imun tubuh ibu akan berusaha untuk menolaknya. Penolakan ini semakin tinggi ketika trimester pertama kemudian menurun dan naik lagi ketika akan melahirkan. Oleh karena itu, keguguran sering terjadi pada trimester pertama. Sedangkan, puncak penolakan pada akhir kehamilan mengakibatkan tubuh si Ibu meminta bayi untuk segera dilahirkan sehingga terjadilah proses persalinan.

      Untuk kasus ibu, sebaiknya ibu dan suami berkonsultasi dengan dokter imunoandrologi (Dr. Indra G Mansur, DHES, Sp.And) — sebagai ketua tim imunologi reproduksi — di RSIA Sayyidah dengan membawa semua riwayat medis (hasil pemeriksaan dan pengobatan yang pernah ibu lakukan). Nanti dari hasil tersebut, beliau akan menentukan rencana pemeriksaan dan pengobatan secara komprehensif dari ibu dan suami. Tentu saja untuk ibu dan suami akan ditangani oleh tim dokter imunologi reproduksi (ibu akan ditangani oleh dokter kandungan, suami akan ditangani oleh dokter andrologi, dan ahli imunologi juga akan terlibat)

      Semoga jawaban ini dapat membantu,
      RSIA Sayyidah

  51. klinik sayyidah,

    beberapa waktu yang lalu suami saya melakukan tes sperma di klinik sayyidah.. dari hasilnya semuanya baik, namun sperma yang bergerak lurusnya 0%
    tapi di catatan kaki dari hasil tesnya mengatakan kalau kemungkinan suami bisa membuat saya hamil adalah besar
    apakah dengan kondisi ini suami saya tidak akan bisa menghamili saya? atau masih ada kemungkinan? apakah dengan inseminasi bisa membantu menyelesaikan masalah ini?
    mohon bantuannya.
    terima kasih.

    • Dear Ibu,

      Ada beberapa syarat sperma untuk bisa membuahi diantaranya adalah memiliki kecepatan yang baik, bergerak lurus, bentuk morfologi yang sempurna, dan jumlah yang memadai. Jadi gerak lurus hanya satu faktor saja. Bisa saja proses pembuahan terjadi walaupun spermanya tidak ada yang gerak lurus — yang terpenting adalah sperma bisa bergerak mencapai ovum, bisa saja geraknya pontang-panting dan kemana-mana dulu tapi karena memiliki kecepatan yang baik akhirnya sampai juga di ovum. Idealnya memang sperma harus memiliki semua faktor diatas.

      Inseminasi dapat membantu mengatasi untuk masalah sperma yang gerak lurus 0% karena inseminasi pada prinsipnya memperpendek jarak yang harus ditempuh oleh sperma untuk mencapai tuba (tempat terjadinya pembuahan). Disamping itu, pada proses inseminasi juga dilakukan pemilihan terhadap sperma, sehingga sperma yang digunakan untuk inseminasi adalah sperma terbaik dari yang tersedia.

      Tapi yang perlu diingat juga bahwa keberhasilan kehamilan itu banyak sekali faktor yang menentukan (baik dari faktor ibu dan faktor suami). Sebaiknya dilakukan penanganan secara menyeluruh dan terpadu oleh tim infertilitas.

      Mudah-mudahana jawabanya dapat membantu,
      Dr. Vidya

    • Dear Bapak/Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      SIV (Sperm Immobilization Value) adalah nilai yang menunjukkan ketidakmampuan sperma untuk bergerak dalam cairan tubuh wanita. Semakin tinggi nilainya maka semakin tidak mampu sperma untuk bergerak dalam cairan tubuh wanita. Dapat dikatakan cairan tubuh wanita mengandung banyak zat-zat pencemar dan radikal bebas yang mengakibatkan sperma tidak dapat bergerak — bisa dikatakan cairan tubuh wanita tersebut telah tercemar. Padahal sperma harus bisa bergerak menuju tuba tempat terjadinya pembuahan.

      Tercemarnya cairan tubuh wanita ini diakibatkan oleh polusi dan banyak mengkonsumsi makanan-makanan olahan seperti fast food, makanan kaleng, MSG, dll. Jadi semakin sering seorang wanita terpapar dengan hal-hal tersebut maka nilai SIV nya akan semakin tinggi. Nilai SIV yang baik adalah dibawah 1 (satu).

      Cara termudah untuk menurunkan SIV adalah dengan mengkonsumsi anti oksidan secara rutin. Anti oksidan ini bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayur. Beberapa buah-buahan yang memiliki tingkat anti oksidan tinggi adalah buah kiwi dan buah naga. Tetapi, jika telah mengkonsumsi anti-oksidan secara rutin dan nilai SIV masih belum dibawah 1 (satu) maka harus dibantu dengan obat-obat anti oksidan.

      Mudah-mudahan jawabanya dapat membantu,
      Dr. Vidya

  52. Mohon penjelasan berapa persen kontribusi diet makanan dan alergen lain (debu, bulu hewan, dll) terhadap keberhasilan PLI?
    Terima kasih

    • Dear Ibu,

      Kontribusi dari diet makanan dan alergan lain yang ibu alergi bisa membantu PLI sebanyak 30%. Bisa dikatakan dengan melakukan diet makanan dan alergan yang ibu alergi bisa mempercepat turunya level ASA 30%.

      Terima kasih

  53. Assalamu alaikum bu dokter

    mohon penjelasannya bu dokter.
    kami sudah menikah selama 3 tahun dan belum memiliki momongan. untuk dokter ketahui, masa haid saya beberapa bulan terakhir ini hanya 2-3 hari, biasanya pada hari ke tiga hanya berupa flek. siklus haid sekitar 24-26 hari, apa itu normal bu??

    pada hari ke empat kami melakukan hubungan, satu atau dua jam setelah itu selalu keluar darah yang saya yakini darah haid, tapi kalau tdk berhubungan dgn suami tdk ada darah yang keluar, mohon penjelasannya.

    sekitar 3 bulan lalu ini sy terkena infeksi saluran kencing, apa itu juga yang membuat sy belum memiliki keturunan??? sy ingin mengunjungi dokter kandungan di RSIA SAYYIDAH, apa harus di sertai dgn hasil lab ISK yg baru setelah sy menjalani pengobata.

    mohon penjelasannya bu dokter, terima kasih.

    salam

    • Waalaikumsalam Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      Siklus haid yang normal itu biasanya berkisar antara 21 – 35 hari. Jika akhir-akhir ini ibu hanya haid hanya 2-3 hari, sebelumnya siklus haid ibu seperti apa (berapa hari)? kemudian apakah dalam selama haid pernah ada hari yang aliran darahnya deras atau tidak? dan menurut ibu, perubahan siklus haid yang ibu alami disebabkan karena apa — apakah ibu stress, kecapean, atau dalam program diet — Jika memang lagi stres, kecapean, atau lagi diet, biasanya tidak masalah selama masih ada satu hari yang aliran darahnya deras.

      Jika setelah berhubungan keluar darah biasanya disebabkan karena hubungan yang belum siap seperti kurangnya foreplay yang dilakukan sehingga lubrikasi di vagina masih kurang. Hal ini mengakibatkan akan timbul lecet di vagina pada saat melakukan hubungan– biasanya tidak terasa sakit tapi akan mengeluarkan darah beberapa saat setelah melakukan hubungan.

      ISK memang umum ditemui pada wanita. ISK yang ringan atau sedang pada umumnya tidak menghalangi proses kehamilan karena saluranya berbeda (untuk proses kehamilan melalui saluran kelamin bukan saluran kemih). Tapi jika ISK nya sudah berat bisa menjadi faktor pendukung untuk terjadinya infeksi pada saluran kelamin seperti keputihan, PID (Pelvic Inflammatory Desease) — tapi tidak selalu juga infeksi pada saluran kelamin mengakibatkan susah hamil.

      Sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter di RSIA Sayyidah. Konsultasi ke dokter kandungan untuk masalah haid yang tidak teratur dan masalah belum punya momongan — tentu saja nanti suami ibu juga akan diperiksa kualitas spermanya oleh dokter andrologi. Sedangkan untuk ISK ibu bisa berkonsultasi dengan dokter urologi.

      Mudah-mudahan jawabanya dapat membantu,

  54. pagi dr Vidya..so far sy telah melewati masa2 terberat segala test, PLI dan pantang segala hal yangmenjadi alergi saya shg saya kurusan:) dan ASA saya sudah turun sampai 1:64..:) (PLI 8x) lalu dr Indra menyarankan saya untuk PLI maintenance 6-8 minggu dan suami menjalankan test sperma.Yang ingin saya tanyakan adalah proses Inseminasi . sy sdh konsultasi dengan dr. Noni mengenai pembuahan alamai terlebih dahulu. namun sepertinya 2 bulan ini gagal lagi proses konsepsinya.bagaimana metode inseminasi ini dilakukan bagi pasien yang sudah sampai tahap saya ini dan apa saja yang harus kami siapkan? saat konsultasi dengan dr Nony, apakah saya dan suami langsung dapat inseminasi ataukah harus melewati test2 lain daridr kandungan? terima kasih GBU

    • Dear Ibu,

      Selamat untuk ibu karena telah berhasil menurunkan level ASA nya ke level normal (1:64) , setidaknya salah satu penghalang kehamilan sudah disingkirkan.

      Untuk kasus ibu, inseminasi layak untuk jadi pertimbangan berikutnya. Sebaiknya ibu kembali berkonsultasi dengan dr. Nonny untuk langkah berikutnya. Jika sebelumnya ibu dan bapak sudah menjalani berbagai test (untuk memastikan tidak ada masalah) dan testnya masih valid tentu saja tidak perlu dilakukan test lagi. Tapi tentu saja pertimbangan untuk melakukan test kembali ada pada dr. Nonny.

      Sedangkan untuk Inseminasi, nanti dr. Nonny akan mempersiapkan sel telur agar kondisinya bagus dengan memberi obat.Lalu,nanti juga akan dihitung masa subur ibu diperkirakan akan jatuh tanggal berapa.Kemudian proses inseminasi bisa dilakukan.Jadi sebaiknya Ibu mulai konsultasi ke dr. Nonny sekitar hari ke 7-9 menstruasi agar dr. Nonny sempat untuk memberi obat untuk stimulasi ovum.

      Mudah-mudahan jawabanya dapat membantu.

  55. Dengan Hormat,
    Saya berusia 33 tahun, suami 30 tahun…kami sudah menikah 4 tahun lebih dan saya belum pernah hamil, dari hasil beberapa pemeriksaan yang saya dan suami lakukan semuanya bagus.
    Riwayat : Hasil pemeriksaan rahim saya bersih tidak ada kista/miom, haid teratur dan lancar setiap bulannya, thn 2009 pernah di hidro dan hasilnya tidak ada sumbatan disaluran rahim….suami juga pernah cek sperma di Lab hasilnya bagus (noormozospermae).
    saya pernah melakukan program kehamilan sama dokter kandungan tapi hanya beberapa bulan saja (tidak dilanjut lagi), saya dan suami rencana awal tahun mau coba program inseminasi…tapi saran teman saya, sebelum inseminasi dia menyarankan kami utk cek ASA di RSIA Sayyidah ini.
    Pertanyaan saya :
    1. sebelum melakukan program inseminasi kira-kira pemeriksaan apa saja yang perlu saya dan suami lakukan?
    2. kapan waktu terbaik bagi kami untuk datang ke RSIA Sayyidah utk melakukan pemeriksaan (ASA & Halo-sperm test) karena kami tinggal di luar Jakarta

    Terima Kasih

    • Dear, Ibu,
      Masalahnya memang sangat klasik, Ibu dan suami masuk kedalam katagori “Unexplained Infertility” yaitu belum ditemukan penyebabnya, pada hal pemeriksaan istri dan suami normal dengan pemeriksaan standar yang ada. Inseminasi bisa dilakukan pada kasus ini, tetapi keberhasilan hanya 15-20%, jadi dapat dicoba. kegagalan Inseminasi yang 80 -85% disebabkan sebagian krn masalah ASA, jadi apa yang teman Ibu saran sangatlah tepat. Baik “Unexplained Infertility” maupun Inseminasi gagal, dapat disebabkan oleh ASA yang sangat tinggi dan seandainya ASA sdh normal, diharapkan kehamilan normal dapat terjadi atau keberhasilan Inseminasi mencapai 40-60% jika tetap hrs Inseminasi.

      Untuk pemeriksaan ASA bisa dilakukan kapan saja karena tidak tergantung siklus haid. Yang harus diperhatikan sperma suami harus memenuhi syarat untuk diambil yaitu puasa berhubungan selama 3-5 hari, dan ibu harus datang berdua dengan suami karena nanti akan darah ibu dan sperma suami akan diambil untuk tes ASA.

      Terima kasih

  56. Dok istri saya 23 thn, sudah 10 hari saya telat datang bulan, di test pack hasilnya positif.
    Yang jadi masalah sudah setahun ini di payudara sebelah kiri istri saya ada benjolan, pernah diperiksa ke dokter spesialis bedah katanya tumor jinak payudara,dan disarankan operasi Tp sampai skrg belum operasi, soalnya kami takut dok. Makin lama benjolannya makin besar.
    Yang jadi pertanyaan,
    1. Apakah penyakit tumor ini berpengaruh pada janin nantinya?
    2. Bagaimana dengan asupan gizi untuk janin, yang saya tau penderita tumor/kanker dilarang makan daging+susu?

    Mohon penjelasannya ya dok, terimakasih.

    • Dear, Bapak
      Kalau memang tumor jinak yg dialami istri bapak, tentu tidak ada masalah selama tidak ada keluhan yang berarti. tapi sebaiknya diangkat (operasi). Benjolan yang semakin besar, tentu menjadi perhatian yg serius, apakah bertambah besarnya tersebut sejak hamil yang mungkin disebabkan krn hormon kehamilan atau tumornya sdh berubah. Jang jelas jika tumornya jinak tentu tidak akan berpengaruh pada kehamilan. Hasupan gizi pada janin, tentu perlu diperhatikan dan akan dicarikan bahan makanan penganti atau mengkonsumsi protein jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Dokter. Terima kasih

  57. Dear dokter. Mohon informasinya untuk biaya inseminasi, karena kami sdh sampai tahapan PLI ke 7, dan ASA sdh normal, mohon infonya apakah kita bisa dilakukan inseminasi ? Terima kasih

    • Dear Ibu,
      untuk masalah biaya, Ibu langsung tanya ke RSIA Sayyidah, dan ibu harus melanjutkan pemeriksaan ke dokter kandungan dan dia yang akan menentukan apakah Ibu mempunyai indikasi utk Inseminasi. Sebenarnya dgn nilai ASA sdh normal keberhasilan Inseminasi jauh lebih tinggi dan Ibu jangan lupa untuk mempertahankan nilai ASA tetap normal dengan PLI setiap 6-8 minggu, selama Ibu belum hamil. Terima kasih

  58. Dear Dokter, saya ingin sekali program hamil di RSIA Sayyidah, saya sudah 3.5 tahun menikah, keluhan saya PCOS, suami pernah ke androloq dan spremanya sudah bagus,
    saya ingin tau berapa biaya dokter dan biaya2 lain dalam program hamil ini. mohon dikirimkan ke alamat email saya.

    terima kasih,

  59. Dear Dokter,

    saya baru menikah 6 bulan, saya ingin sekali cepat dapat keturunan. tetapi untuk menstruasi saya kurang bagus tidak teratur, terkadang 2 bulan sekali baru mens. apakah saya bisa datang kesana untuk pemerikasaan lengkap dengan suami. mohon dikirimkan untuk biaya pengobatannya ya dok,,, trims

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah. Untuk pemeriksaan infertilitas memang sangat dianjurkan sedini mungkin terutama setelah menikah. Bisanya dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan satu tahun setelah menikah karena pasangan yang sudah menikah selama satu tahun dan melakukan hubungan seksual secara rutin (sekitar 2-3 kali perminggu) tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun (baik suami maupun istri) dikategorikan dalam infertilitas primer. Adapun penyebab dari infertilitas primer ini bisa dari pihak suami, pihak istri ataupun dari kedua pihak.

      Karena Ibu dan Bapak baru menikah selama 6 bulan, berarti belum dikategorikan sebagai pasangan yang infertilitas. Jadi, penanganan mendalam dan spesifik tentang infertilitas belum diperlukan.

      Permasalahan haid yang tidak teratur patut diduga sebagai salah satu penyebab belum hamil saat ini. Untuk mengatasi permasalahan haid yang belum teratur ini sebaiknya ibu langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

      Yang bisa Ibu dan Bapak lakukan saat ini adalah memiliki pola hidup yang sehat dan menghindari aktivitas, gaya hidup dan makanan yang dapat memicu permasalahan infertilitas. Untuk suami ibu, tulisan berikut Sperma Seperti Apa Yang Bisa Membuahi? dapat membantu untuk meningkatakan kualitas sperma. Terkadang permasalahan infertilitas dapat dipecahkan dengan solusi yang sederhana misalnya mengubah pola hidup dan mengurangi stres.

      Jika nanti setelah satu tahun kehamilan belum terjadi juga, baru Ibu dan Bapak melakukan pemeriksaan infertilitas untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh dan tepat tentang inti dari permasalah yang sedang Bapak dan Ibu alami.

      Namun demikian, Ibu dan Bapak sangat welcome untuk datang ke RSIA Sayyidah untuk berkonsultasi dengan para dokter kami.

      Mudah-mudahan jawaban diatas dapat membantu. Terima kasih,
      RSIA Sayyidah

  60. sy sdh menikah slama 8 bln,sy sdh priksa ke LAB hasilnya sperma sy di nilai kurang bgs,lalu tindakan sy slanjutnya hrs bagaimana…..
    Apakah di RSIA Sayyidah bz membantu sy..??,,trim’s

    • Dear Bapak,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah. Kami siap membantu Bapak untuk menangani masalah sperma yang Bapak alamii. Bapak bisa langsung datang ke RSIA Sayyidah untuk berkonsultasi dengan dokter androlog kami. Jangan lupa untuk membawa hasil lab pemeriksaan sperma yang pernah Bapak lakukan untuk dijadikan bahan konsultasi awal.

      Kami tunggu kedatangan Bapak dan Ibu ke RSIA Sayyidah dan terima kasih,
      RSIA Sayyidah

      • dear dr,

        Saya mau tanya,sudah hampir 3thn menikah.dan sudah menjalnkan tes sperma,HSG normal.Minggu lalu habis tes hormon,torch,ACA,Halo,ASA.
        hasilnya kurang bagus di ASA,ACA,dan torch..
        ASA sy tinggi di angka 8rban..
        Apakah boleh saya lanjut inseminasi dengan kondisi seperti itu? karena kn dgn inseminasi sperma akan dibantu lbh dekat ke sel telur jd tdk sempat bertemu dgn antibody sy..
        karena sepertinya terapi PLi cukup panjang tahapnya.
        mohon penjelasannya..terima kasih..

        • Dear Ibu,

          Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

          Memang inseminasi merupakan salah satu solusi untuk mengurangi eksposure sperma terhadap ASA istri dengan mempersingkat jarak yang harus dilalui sperma ke sel telur. Namun demikian, ASA pada tubuh istri juga dapat menghambat nidasi (Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium) dan menghambat pembentukan plasenta, sehingga dengan ASA yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran.

          Pengalaman kami di RSIA Sayyidah menunjukkan nilai ASA tertinggi yang dapat mengalami kehamilan dan tidak mengalami keguguran adalah tingkat titer ASA 1024 — tapi kasus seperti ini jarang. Dengan nilai ASA Ibu yang 8192 masih tergolong berisiko untuk dilakukan program hamil. Sebaiknya level ASA diturunkan sampai ke level aman, level 256 atau 128 dan baru dilakukan program hamil, baik program hamil normal, inseminasi, atau bayi tabung

          Proses penurunan ASA ini sangat bergantung kepada kedisiplinan dalam menjalankan terapi. Semakin disiplin dalam menjalankan terapi maka turunya ASA akan semakin cepat. Disiplin terhadap melakukan pantangan makanan dari hasil test FRT dan Non-FRT akan mempercepat penurunan ASA 30%. Tingkat penurunan ASA tidak sama untuk setiap pasien dan juga tidak linier. Bisa saja level ASA yang sangat tinggi (misalnya 65rban) bisa langsung turun ke 8rban.

          Tentu saja, dokter nanti memiliki beberapa altenatif untuk mempercepat turunya ASA misalnya dengan mengkombinasikan PLI dengan infus IVIg. Untuk lebih detailnya ibu nanti bisa langsung menyampaikan concern ibu (tentang batasan waktu yang ibu miliki) ke dokter di RSIA Sayyidah. Insya Allah akan diberikan solusi dan opsi yang terbaik.

          Mudah-mudahan jawaban ini dapat membantu.

          Terima kasih,
          RSIA Sayyidah

      • dear dr,

        Saya mau tanya,sudah hampir 3thn menikah.dan sudah menjalnkan tes sperma,HSG normal.Minggu lalu habis tes darah lengkap.
        hasilnya kurang bagus di ASA,ACA,dan torch..
        ASA sy tinggi di angka 8rban..
        Apakah boleh saya lanjut inseminasi dengan kondisi seperti itu? karena kn dgn inseminasi sperma akan dibantu lbh dekat ke sel telur jd tdk sempat bertemu dgn antibody sy..
        karena sepertinya terapi PLi cukup panjang tahapnya.
        mohon penjelasannya..terima kasih..

  61. Siang dokter..
    Saya sudah menikah 5th,dan belum pernah hamil.kami berencana ke sayyidah dlm wktu dekat ini.yang ingin saya tanyakan,apa syarat suami sblm memeriksakan spermanya?lalu di hari keberapa haid istri harus periksa ke dokter kandungan?tlong perincian biaya’a juga y dok,.terima kasih

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      Untuk kasus ibu yang telah menikah selam 5 tahun dan belum pernah mengalami kehamilan bisa digolongkan ke infertilitas primer (pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari 1 tahun, berhubungan secara rutin dan tidak menggunakan alat/obat untuk menghalangi kehamilan, tetapi belum pernah mengalami kehamilan)

      Untuk melakukan pemeriksaan sperma, syaratnya Suami ibu tidak mengeluarkan sperma 3 – 5 hari sebelum pemeriksaan. Dan ibu sebaiknya datang pada hari ke 7 – 9 untuk pemeriksaan ke dokter kandungan.

      Mudah-mudahan jawaban tersebut dapat membantu.

      Terima kasih,
      RSIA Sayyidah

  62. Yth:Tim dr. RSIA Sayyidah
    Saya Dan suami sudah menikah slama 3.5 th,pd bln Juli 2011 kami memeriksakan diri ke dr. Sp.OG. Dari hsl USG saya posisi rahim Dan organ reproduksi dinyatakan baik hanya pada sluran telur sbelah kiri terdapat kista dg diameter 2.3 x2.8 (± sebesar telur ayam).sya hrs mnjalani pengobatan slma 2 blan,bgitu pun suami menurut hasil lab dvonis azoospermia krna tidak memiliki spermatozoa sma sekali,kmi berobat jln slma 2-3bln.stiap 10hr suami meminum obat sejenis profertil Dan dlakukan Cek lab scra brkala sebanyak 4x untuk mengetahui perkembangan,namun selama 3 bln brjalan hasilnya ttp 0 tdk terdapat spermatozoa sma sekali,smpai akhirnya suami saya terpukul Dan memutuskan menghentikan pengobatan.apakah mungkin kami bs ikut program bayi tabung?dri analisa dr. Apakah msh mungkin mempunyai keturunan?berapa Dana yang dibutuhkan?mohon penjelasannya.terima kasih mohon rincian Dana dkrm via Facebook.

    • Dear Ibu,

      Terima kasih telah mengunjungi website RSIA Sayyidah.

      Untuk permasalahan yang ibu alami (permasalahan kista) harus benar-benar dituntaskan dengan terus berkonsultasi dengan dr kandungan ibu.

      Untuk permasalahan yang dialami suami Ibu (permasalahan azoospermia), kita harus cermat dan bijak menghadapinya. Permasalahan azoospermia ini ada beberapa kemungkinan penyebabnya dan masing-masing penyebab membutuhkan penanganan secara khusus. Jadi, kita harus tahu benar penyebabnya apa.

      Secara analogi, organ reproduksi pria itu seperti pabrik dengan sperma sebagai produknya dan sel telur wanita sebagai konsumenya. Bila ternyata tidak ada sperma yang sampai ke konsumen ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, pabriknya tidak berfungsi, rusak atau tidak bisa menghasilkan. Rusaknya pabrik ini juga bisa ditelaah lagi apakah mesin produksi yang rusak atau kekurangan bahan baku untuk menghasilkan sperma. Kedua, pabriknya berfungsi dengan baik, namun produk yang dihasilkan tidak sampai ke konsumen, penyebabnya bisa karena permasalahan jalanan. Nah, rusaknya jalan juga bisa telaah lagi apakah karena jalanyanya buntu atau karena ada penyumbatan. Tentu saja, jika ternyata yang terjadi adalah jalanya tersumbat tapi yang diperbaiki malah asupan untuk produksi tentu saja tidak menyelesaikan masalah.

      Jadi, pengobatan untuk azoospermia ini ada berbagai macam — tergantung dari masalahnya, mulai dari yang ringan (dengan hanya minum obat) sampai dilakukan operasi varikokel. Untuk kasus suami ibu, 3 bulan rasanya terlalu singkat untuk langsung menvonis untuk tidak bisa menghasilkan sperma lagi.
      Tentu saja harapan untuk memiliki keturunan masih besar. Untuk lebih detailnya Ibu dan Suami bisa berobat dan berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi (spesialis kesuburan pria).

      Program bayi tabung merupakan salah satu solusi untuk kasus infertilitas. Tapi, bisa jadi jika permasalahan kista Ibu dan Azoospermia suami teratasi dan Tuhan menghendaki bukan tidak mungkin Ibu dan Suami mendapatkan keturunan secara normal. Yang penting terus berusaha, tawakal, berdoa, saling support antara suami dan istri, dan tidak saling menyalahkan.

      Mudah-mudahan jawaban ini dapat membantu. Kami tunggu kedatangan Ibu dan Suami di RSIA Sayyidah

      Terima kasih,
      RSIA Sayyidah

  63. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dear Dokter-Dokter RSIA Sayyidah.Saya mohon bantuan informasi.Saat ini saya sedang mengandung dengan usia kandungan kurang lebih 20 minggu. Akhir Juni lalu saya sempat mengalami depresi,sempat berkunjung ke psikiater dan mendapat pengobatan yang terdiri dari Fluoxetine 20 mg (1×1), Lorazepam 0,5 mg (1×1), dan Clobazam 10 mg (1×1/2). Saya sempat mengkonsumsi obat-obatan tersebut selama 2 minggu. Ketika itu saya tidak tahu kalau saya sedang hamil. Sampai saat memasuki awal minggu ke-3 pengobatan, saya mengalami flek dan berinisiatif ke dokter kandungan. Alhamdulillah saya dinyatakan positif hamil. Dokter kandungan langsung meminta saya menghentikan konsumsi pengobatan depresi. Sampai minggu ke-16 kehamilan, dokter kandungan saya menyatakan kondisi janin saya alhamdulillah sehat (melalui pemeriksaan rutin USG 2D).
    Tetapi akhir-akhir ini saya merasa sangat khawatir dengan perkembangan janin saya. Terlebih setelah saya mencoba googling untuk melihat efek obat-obat depresi tersebut pada kehamilan. Saya memperoleh informasi yang membuat saya sangat khawatir. Obat-obat yang saya konsumsi ternyata merupakan obat-obat yang dilarang digunakan pada kehamilan.
    Menurut pendapat dokter, apa yang harus saya lakukan. Pemeriksaan apa yang harus saya jalani untuk benar-benar mengetahui kondisi janin saya. Apakah obat-obatan tersebut benar-benar memberikan efek yang tidak baik bagi janin.
    Mohon informasi dan bantuannya ya Dok..
    Terima Kasih..

    • Teriam kasih Ibu, kalau melihat jarak ibu menghentikan obat dari psikiater dengan kandungan dinyatakan sehat pada usia kehamilan 16 mgg, agak jauh yang berarti efek obatnya dapat dikatakan sdh hilang. Jadi ibu tak perlu khawatir, secara umum, obat yang belum pernah dibuktikan aman pada kehamilan, tetap dilarang walaupun tdk akan ada masalah. tetapi ibu tetap harus kontrol jika ada masalah lain. Wass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>