Sperma seperti apa yang bisa membuahi?

Untuk mendapatkan kehamilan, suami dan istri (kedua-duanya) harus berada dalam kondisi baik. Kehamilan akan sulit terjadi jika salah satu tidak dalam kondisi prima. Untuk suami, yang paling menentukan adalah faktor kondisi sperma saat membuahi. Ada baiknya seorang laki-laki mengetahui kualitas spermanya sedini mungkin dengan melakukan test analisa sperma.

Berikut merupakan syarat-syarat sperma untuk dapat membuahi:
1. Secara anatomi (bentuk fisik) sperma memiliki bentuk yang normal dan lengkap — harus terdiri dari satu kepala, leher, dan satu ekor. Sperma yang abnormal dapat memiliki dua kepala dan satu ekor, atau sebaliknya.
2. Bergerak sendiri secara lurus dengan kecepatan berkisar antara +/- 20 micrometer/detik
3. Mempunyai masa hidup berkisar 2 – 3 X 24 Jam
4. Mampu bermigrasi ke cairan tubuh wanita

Untuk mendapatkan kualitas sperma seperti diatas, ada beberapa hal yang harus dilakukan:
1. Menghindari alat kelamin dari paparan suhu diatas 35 – 36 degC
2. Menghindari memakai celana terlalu ketat karena celana ketat memilki ruang yang sempit untuk memungkinkan pertukaran panas yang terjadi karena kegiatan
3. Menghindari mandi dengan air hangat, sauna, dan demam yang berkepanjangan (segera berobat jika demam terlalu tinggi)
4. Menghindari makanan yang bergetah dan pahit serta makanan yang dapat meransang hormon prolaktin seperti daun pepaya, terong, daun katuk, pare, oyong, habatussaudah, dll
5. Menghindari merokok dan paparan asap rokok
6. Menghindari makanan berkolesterol tinggi dan lemak sepert udang, cumi, jeroan, dan santan
7. Memperbanyak konsumsi protein sepert ikan laut seperti salmon, tuna, kakap, dll
8. Menghindari stress berlebihan
9. Berolah raga secara teratur and istirahat yang cukup

Jika telah melakukan langkah-langkah diatas dan ternyata kualitas sperma juga masih tidak baik, maka patut diduga ada masalah lain yang menggangu seperti gangguan hormonal, infeksi dimasa kecil yang merusak testis atau membuat sumbatan disaluran sperma. Sebaiknya langsung dikonsultasikan ke Dokter spesialis Andrologi.